Alvin Lie: Industri Penerbangan Bicara soal Membeli Waktu

Tim Liputan Bisnis Suara.Com
Senin, 27 Januari 2025 | 08:20 WIB
Alvin Lie: Industri Penerbangan Bicara soal Membeli Waktu
Alvin Lie (IG Alvin Lie)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Kami juga melakukan kajian-kajian. Seperti yang kemarin Nataru itu. Perspektifnya bagaimana. Kami juga meluncurkan ini kemarin, Sakti. Sakti ini saluran aspirasi konsumen transportasi udara Indonesia.

Itu tujuannya adalah setiap orang yang terbang bisa melakukan penilaian terhadap karena prasarana pelayanan di bandara oleh kapal penerbangan dan sebagainya.

Demikian juga dapat menilai, dapat memberikan, kalaupun ada keluhan disampaikan melalui Sakti ini, kami juga membangun sistem. Jadi keluhan yang masuk itu kami teruskan kepada pengelola-pengelolanya.

Jadi kami bukan yang menyelesaikan, tapi kami teruskan supaya nggak usah gaduh di media sosial karena ada keluhannya. Dan dari keluhan-keluhan yang masuk itu nantinya kami juga akan analisis di mana keluhan yang berulang, di mana keluhan yang paling banyak. Dan itu menjadi bahan kami untuk membahasnya dengan pelaku penyelenggara pelayanan maupun dengan regulator.

Siapa Saja yang Terlibat Dalam Apjapi?

Pengurusnya saya sebagai ketua, sebagai sekretaris itu adalah Pak David Tobing. Beliau adalah ahli hukum tentang hak konsumen. Kemudian, ada Wakil Ketua Pak Solekan Subarno. Beliau pernah bekerja di airline, di bidang IT-nya, saya ingat soal teknologi dan sebagainya. Itu ahlinya Pak Solekan.

Kemudian Wakil Sekretaris ada Pak Ramdan. Pak Ramdan ini dulunya kerja di bandara. Jadi tahu seluk-beluknya bandara. Kemudian sebagai pengawas ada Bu Polana.

Bagaimana Bapak melihat kebiasaan masyarakat saat melakukan penerbangan?

Gini, terbang itu tidak untuk semua orang. Jadi bukan seperti kita naik bus gitu semua orang juga bisa naik bus. Tapi terbang ini ada untuk orang-orang yang membutuhkan kecepatan. Dan orang-orang ini waktu itu nilainya sangat berharga.

Baca Juga: Tiket Pesawat Murah, Konsumen Happy Maskapai Gigit Jari

Sehingga perlu cepat. Bayar mahal pun nggak masalah. Jadi jangan salah persepsi bahwa penerbangan itu murah. Nggak ada penerbangan itu murah. Kalau mau murah ya naik bus gitu kan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI