
Nah kembali ke Prambanan, begitu saya pulang saya ngumpulin teman-teman saya, ada Bapeda ada Dinas PU ada PDAM kemudian saya bincang-bincang 'eh neng prambanan atas kui
sing wingi dadi goro goro apa toh? oh terus sana, di sana ada jaringan pamsimas nah tapi airnya dari bawah, oh berarti ngambil dari bawah, ada masalah dengan penduduk di bawah nah saya pelajari dengan teman-teman ternyata jaringan pamsimas itu tinggal detail bikin jaringan baru nanti sudah bisa mengalirkan air ke rumah-rumah ataupun tempat-tempat umum.
Di atas sana karena kebetulan Pemerintah Pusat memberikan proyek air bersih ke Sleman melalui PDAM memanfaatkan penjernihan Kali Opak di kali mana Tamantirto, kalau enggak salah tapi kemudian kita diskusikan loh jaringannya PAM itu masih milik PU Pusat belum diserahkan ke daerah. Terus saya oh ini bikin surat saja bikin surat ke PU untuk kita minta diserahkan daera.
Tapi saya itu sering nekat, dalam mengambil kebijakan yang penting kalau saya tidak untuk memperkaya diri atau tidak untuk apapun yang sifatnya pribadi saya berani tanggung-jawab 'kamu di lokasi wae, rasah nunggu jawab PPU' (Kamu di lokasi saja, enggak perlu menunggu izin dari PPU), bikin sambungan, PDAM suruh kerjakan, jadi kalau langganannya PDAM kan diuntungkan juga PDAM kan pada waktu itu dihitung habis Rp1,1 juta. Terus saya bilang ke PDAM, kerjakan pakai duitmu, nanti APBD berikutnya tak tambahi tambahan modal, minimal Rp1,1 juta sesuai biaya untuk sambungan. Alhamdulillah, semuanya bisa diisikan dengan baik pada waktu itu bisa menyambung 1.132 KK kalau enggak salah itu rumah-rumah sambungan rumah sehingga sampai hari ini terakhir airnya jernih bersih enggak ada gangguan apapun sampai hari ini.
Nah inilah yang menginspirasi mohon maaf ini perlu saya sampaikan dengan keberhasilan ini menggugah saya jadi pimpinan itu bisa menjadi kebijakan-kebijakan yang untuk masyarakat luas, karena ternyata kemarin belum ditentukan, aku kalau ngomong bupati mungkin bisa disalahkan ya ini bupati, betul-betul murni dari pemikiran dan alhamdulillah, tiga bulan setelah selesai suratnya dari Jakarta turun dan diiznkan. Artinya menunggu jawaban dari pusat,masyarakat klenger tiga bulan. Di situlah yang salah satu inspirasi saya kalau jadi pimpinan ternyata bisa untuk cari ladang kebaikan karena saya mau satu tujuannya hanya satu bersama mengajak masyarakat untuk cari kebaikan itu. Di luar itu enggak ada, karena saya tidak ingin anakku misalnya aku jadi bupati terus tak belikan lemah (tanah) dan itu bukti bapakku itu meninggalkan prilaku baik. Akhirnya saya bisa melakukan apa yang diinginkan bapak, betul, tiba-tiba saya bisa beli roda empat walaupun perjalanan waktunya lama.
Kalau kerja di swasta sudah kemarin (bisa beli mobil). Tapi ya saya syukuri saja dan sampai detik ini pun saya tidak berpikir untuk saya kemarin mencari jabatan sampai numpuk harta.
Siapa yang mendorong bapak maju di Pilkada Sleman ini?
Memang dorongan kuat dari teman-teman, dari masyarakat. Saya sudah ngomong dari sisi potensi aku enggak punya kemampuan potensi dari sisi keuangan. Nah teman-teman kemudian bergotong royong kemarin saya ketemu dengan salah satu partai yang nemani saya ya Insyaallah saya amat sangat bersyukur dari tokoh-tokoh masyarakat menemani saya. Semua saya hubungi, saya agak brebes mili (menangis) berarti serius teman-teman men-support saya mendorong saya jadi Sleman Satu.
Bagaimana dengan dukungan keluarga sendiri bapak maju di Pilkada Sleman?
Oh ya, dari keluarga pasti mensupport setelah tahu, saya jelaskan dan sebagainya saya pernah bilang pada istri saya setelah saya pulang haji kalau saya ngomong kan dulu waktu masih muda 'jeng kamu jangan pernah khawatir tentang saya misalnya belum dititipi anak tidak usah berpikir aku neko-neko (aneh-aneh)' nah kemudian istri saya nangis berarti selama ini ada kegamangan juga kemudian ada satu peristiwa lagi. Bapak itu sebelum meninggal, di samping itu juga ngomong gini 'kalau kamu nanti di titipi anak terus bapak agak keras nadanya 'apa yang membikin istri saya jadi amat sangat saya percaya penuh dengan saya sehingga apa yang saya inginkan saya bicarakan dengan istrikemudian istri, karena saya sudah berjalan dan tidak macam-macam ya.

Mereka support penuh termasuk anak saya, sehingga kan anak saya sudah kuliah sekarang sudah skripsi juga ya saya sampaikan, aku tujuannya ini, aku tujuannya apa. Saya bilang aku golek kebaikan (aku mencari kebaikan). Aku dengan perilaku saya yang bermanfaat bagi banyak orang yang itu penuh resiko apapun itu itu aja dengan anak saya dan alhamdulillah.