Apakah memang sudah bercita-cita akan melanjutkan aktivitas seperti almarhum bapak sebagai pegawai pemerintahan?
Saya diterima di PNS ini bapak yang dorong, karena bapak itu seorang pejabat kelurahan (desa) kan dia melayani masyarakat dia hanya sampaikan ke saya pada saat saya diterima di pns ini di Kabupaten 'wah aku seneng banget kowe iso ngabdi neng pemerintah melayani masyarakat' (saya senang sekali kamu bisa mengabdi di pemerintahan untuk masyarakat).
Nah dari dorongan bapak itu saya menapaki karir saya di Pemkab Sleman karena dulu saya tiga tahun di swasta itu di akuntan publik, saya akuntan publik selanjutnya lagi dapat promosi. Nah, karena waktu ada lowongan penerimaan PNS saya lamar diterima, alhamdulillah ya saya tuh ganti haluan. Kemarin berkecimpung dengan akuntansi kemudian saya berkunjung dengan pelayanan masyarakat tapi tidak jauh dari latar pendidikan saya yang ditempatkan di Dinas Pendapatan Daerah yang notabene ngurusi pendapatan daerah. Jadi itu tidak lepas dari latar belakang pendidikan saya akuntansi itu.
Saya itu alhamdulillah, amat sangat bersyukur di Dinas Pendapatan Daerah itu ganti nama dan sebagainya, saya belum pernah dipindah oleh bupati kecuali ditempatkan di institusi yang mencari keuangan daerah, baik pendapatan daerah, pokoknya tidak lepas dari itu, sehingga saya amat sangat paham lika-liku, proses pengeluaran keuangan daerah.
Nah saat saya pindah itu jadi Sekretaris Daerah (Sekda), oke sehingga berkaitan dengan kepindahan saya ini semakin menguatkan saya bagaimana melayani masyarakat dengan baik karena pada saat saya di BKD atau dulu di BENDA itu saya hanya berkecimpung bagaimana suksesnya pengelolaan keuangan daerah. Tapi kalau di Sekda bagaimana kepentingan masyarakat semuanya bisa terpenuhi, bisa tercukupi. Goal gather-nya nanti di pemerintah daerah sebelum nanti pertanggungjawabannya ke bupati.
Menjadi ASN hingga Sekda Sleman selama 30 tahun lamanya, apakah ada momen berkesan?
Kalau momen, semua momen karena apa setiap hari yang saya hadapi permasalahan yang mungkin secara frame solusinya itu sama atau permasalahannya sama. Tapi juga ada yang berbeda-beda tapi setiap hari itu apa, pasti ada permasalahan masalah yang saya syukuri.
Saya sejak menjabat di kepala BKD atau mungkin kepala bidang, saya enggak tahu ini permasalahan-permasalahan daerah dari di level pemerintah desa kemudian lingkungan desa vertikal dan sebagainya enggak tahu orang itu larinya mesti ke saya. Saya enggak tahu ini, ini saya diuntungkan oleh mungkin karena saya berkomunikasi dengan siapapun. Saya itu enggak senang pakai birokrasi (lama), siapapun boleh (datang) ke saya langsung dan sebagainya. Sehingga saya diangkat ke Sekda.
Pekerjaan di Sekda yang ramai sehingga saya itu pulang kerja itu minimal jam 21.00-22.00 WIB. Pulang karena saya sebagian besar untuk melayani masyarakat baik level pemerintahan maupun ormas-ormas. Baru setelah itu tamu, habis saya ngerjakan administrasi baru saya pulang.

Mengapa bisa bertahan lama di pemerintahan melayani masyarakat?