Suara.com - Mendengar nama Yayuk Basuki, masyarakat Indonesia tentu sudah tak asing lagi dengan sosoknya. Ya, mantan atlet tenis asal Indonesia ini sudah jadi legenda.
Yayuk, bahkan pernah dijuluki 'Ratu Tenis' karena ia satu-satunya wanita yang mengharumkan Indonesia di turnamen tenis kelas dunia. Menyandang status legenda di bidang tenis, Yayuk Basuki buka-bukaan bareng Suara.com terhadap perjalanan hidupnya.
Banyak cerita yang ia bagikan, termasuk aktivitasnya setelah gantung raket yang bermanuver menjadi politisi. Yayuk bahkan memiliki cita-cita besar agar keberlanjutan hidup para atlet berprestasi di tanah air tetap diperhatikan. Berikut wawancara dengan Yayuk Basuki:
Dikenal hingga mengharumkan nama Indonesia di olahraga tenis, sebenarnya Anda lahir di mana dengan latar belakang keluarga seperti apa?
Saya asli Jogja, saya lahir di asrama (polisi), kan saya dari keluarga polisi ya. Anak polisi yang tinggal di asrama Pathuk ya. Jadi di Asrama Polisi Pathuk sampai umur 4 tahun dan pindah ke Kompleks Polri Balapan Kota Jogja. Nah Komplek Polri Balapan kan buka rumah lapangan tenis.
Karena ada lapangan tenis, nah langsung di situ gitu jadi memang saya ya di Jogja dan di situ saya tumbuh besar dan sekaligus juga mulai dikenalkan tenis di kompleks Polri Balapan.
Artinya tiap hari selalu ada yang berlatih tenis di lapangan tersebut, hingga Anda tertarik?
Tiap hari ada, dan memang kan kalau saya dulu kan jam-jam tertentu ya pagi sebelum sekolah saya nyempatin lah setengah jam atau 45 menit. Coba latihan sama bapak, dan saya mulai latihan itu usia 7 tahun dengan bapak.
Tapi sebelum main tenis, tugas saya cuma ngambilin bola kakak-kakak saya yang juga dilatih tenis. Karena dulu kan sebelum kenal itu jadi semacam ball boys atau ball girl ya. Saya senang saja ngambilin bola, karena masih kecil, jadi senang lari-lari.
Baca Juga: Anya Geraldine Unggah Foto Main Tenis bareng Luna Maya, Netizen Salfok di Bagian Ketiak
Dikenal sebagai legenda tenis di Indonesia, bagaimana awal karier Anda di bidang olahraga ini?