Marthen Abrauw: Kalau Tanah Kami Diambil LAPAN untuk Bandar Antariksa, Lantas Nasib Kami Nanti Bagaimana?

Sabtu, 09 April 2022 | 11:26 WIB
Marthen Abrauw: Kalau Tanah Kami Diambil LAPAN untuk Bandar Antariksa, Lantas Nasib Kami Nanti Bagaimana?
Ilustrasi wawancara. Ketua Adat Marga Abrauw di Saukobye, Biak Numfor, Papua, Marthen Abrauw. [Foto: Jubi/Theo Kelen - Olah gambar: Suara.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Abrauw itu artinya pohon ini punya nama Abrauw. Itu asal-usul marga (kami). Ini keramat bagi kami, karena segala sesuatu moyang kami tinggal di sini. Jadi kami mau buat sesuatu, kami datang minta izin. Mohon dia (moyang) bisa bantu kami, perjalanan kami, perjuangan kami.

Ini identitas kami. Sewaktu-waktu kami dalam keadaan mendesak, kami harus kembali ke sini (pohon Abrauw yang dikeramatkan) untuk meminta bantuan dari moyang. Dalam ritual ini kami biasa membawa (buah) pinang, sirih, rokok, sama logam. Moyang turun dari gunung, tinggal di (belakang) pohon Abrauw (tempat berlindung mendirikan pondok-pondok), berkembangnya di sini.

Pohon ini hanya ada di sepanjang pantai dekat kawasan hutan adat, ya?

Ada di tempat lain, tapi cuma satu-satu saja (di sepanjang pantai dekat lokasi rencana LAPAN ada sekitar empat pohon). Biasa orang bilang daunnya seperti tembakau, jadi orang bilang dia daun tembakau. Tapi dia orang tidak tahu ini pohon namanya Abrauw. Jadi kita pake marga Abrauw. Jadi nenek moyang kita cari tempat untuk tinggal di pantai ini, selalu di bawah pohon ini. Jadi orang manggil dia (moyang) Abrauw.

Kalau LAPAN jadi membangun Bandara Antariksa, menurut Anda hutan adat dan pohon keramat kalian akan hilang?

Kalau perluasan wilayah lagi, otomatis daerah ini akan diambil (ada rencana LAPAN menambah wilayahnya dari 100 hektare jadi 1000 hektare). Jadi kalau semua diambli, tidak bisa lagi, ke mana kami (mencari ikan dan ritual).

Apa yang dikhawatirkan dengan pembangunan LAPAN ini, selain kehilangan tanah adat?

Yang kami khawatirkan anak-cucu kemudian nanti. Kita ini belum bisa ini (bersaing). Yang sekolah saja belum tentu punya pekerjaan, tingggal di kampung, kembali berkebun. (Tapi) Lahannya untuk berkebun bagaimana (kalau diambil LAPAN)?


------------------------------
Artikel ini merupakan bagian dari hasil liputan kolaborasi Suara.com dengan Jubi, Tempo, dan Project Multatuli.

Baca Juga: Koalisi Sipil Desak Pemerintah dan DPR Batalkan Pembentukan 3 Provinsi Baru di Papua

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI