Banyak kendala yang kami hadapi terutama membuka ruang berfikir masyarkat tentang kesadaran lingkungan Pegunungan Kendeng. Hal ini yang sangat sulit, banyak orang menjaga kelestarian Pegunungan Kendeng yang berhadapan dengan korporasi di mana mereka bersekutu dengan salah satu penguasa.
Adakah intervensi? Katanya beberapa kali dikriminalisasi ya?
Intervensi, untuk status saya sampai sekarang masih tersangka terkait laporan dari pengaca pihak semen dimana saya dituduh memalsukan dokumen. Selain itu juga dilaporkan terkait penyebaran hoaks dan dituduh melanggar HAM.
Apakah perjuangan mempertahankan Pegunungan Kendeng berdampak kepada keluarga?
Dampaknya sangat luar biasa terutama di keluarga, kalau salah satu keluarga tak mendukung pasti perjuangan tak berjalan lancar. Kebetulan kendala tersebut juga terjadi kepada diri saya. Bahkan saya sampai bercerai dengan istri saya. Namun, sekarang sudah dapat istri yang mendukung perjuangan saya. Kalau tak ikut memperjuangkan Gunung Kendeng malah saya dimarahin.
Apa yang membuat jenengan sampai saat ini masih bertahan memperjuangkan Gunung Kendeng?
Yang membuat saya mempertahankan dan memperjuangkan kelestarian Gunung Kendeng karena faktor lingkungan dan sosial. Bagaimanapun kita adalah tamu. Kita harus menghormati tuan rumah (alam). Kalau Pegunungan Kendeng rusak generasi selanjutnya ini akan sengsara.
Apakah ada ancaman yang mengancam nyawa?
Kalau soal ancaman dan intimidasi sangat luar biasa. Tapi saya bersyukur sampai sekarang diberikan kesehatan. Bahkan pernah juga didatangi preman.
Baca Juga: Terasing di Negeri Sendiri, Petaka Tambang Semen Bagi Sedulur Kendeng
Apakah ada pejabat-pajabat yang lobi untuk memutus perjuangan Gunung Kendeng?