Pada akhirnya pabrik semen memilih opsi kedua untuk melakukan penelitian dengan cara mengebor.
Apa sudah ada hasil dari pengeboran itu?
Waktu itu saya pernah diundang, ada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan beberapa akademisi yang punya jurusan geologi. Saat itu disampaikan, dikatakan penelitian yang paling akurat yaitu dengan cara mengebor, namun tak punya biaya. Pihak ESDM memutuskan untuk menggunakan hasil pengeboran pabrik semen.
Dan, apa hasil pengeboran pabrik semen?
Setelah mengikuti beberapa hari hasilnya tak pernah disampaikan. Kita tak pernah dilibatkan dan sampai kita minta hasilnya tak disampaikan sampai sekarang. Saat itu, aku juga berkirim surat namun tak pernah dikasih.
Sebenarnya mereka (pabrik semen) lebih menghindari untuk berargumen dengan kita ini. Karena di dalam dokumen AMDAL mereka mengakui ada aliran sungai bawah tanah.
Kalau menyatakan ada aliran sungai bawah tanah berarti harus berhenti. Di segala lini sudah terkunci, sebenarnya pabrik semen itu tak bisa beroperasi.
Apa selanjutnya yang diinginkan Sedulur Kendeng?
Maka kami tantang Menteri ESDM, kalau tak punya biaya biar warga saja yang melakukan pengeboran. Bukti ada aliran air bawah tanah atau tidak, bisa kita tonton secara terbuka.
Baca Juga: Terasing di Negeri Sendiri, Petaka Tambang Semen Bagi Sedulur Kendeng
Mulai dari 2006 sampai sekarang ini sudah puluhan tahun. Mestinya pemerintah harus evaluasi bahwa tujuan dari mensejahterakan dengan cara merusak linkungan itu tak dibenarkan.