Koordinator P2G Satriwan Salim: Pembelajaran Tatap Muka, Harus Ada Pemetaan Rinci Dulu

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:24 WIB
Koordinator P2G Satriwan Salim: Pembelajaran Tatap Muka, Harus Ada Pemetaan Rinci Dulu
Ilustrasi wawancara. Koordinator P2G Satriwan Salim. [Foto: Dok. pribadi / Olah gambar: Suara.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Ini termasuk seperti pemotongan jam belajar dari biasanya sebelum pandemi, tidak boleh ada kegiatan ekstrakulikuler, jumlah siswa dibatasi dalam satu kelas, hingga wajib 3M.

Apakah pemotongan jam belajar akan mengganggu jalannya sistem pendidikan di Indonesia?

Sebenarnya sama saja, di mana para murid tetap terlayani dan mendapatkan materi dari guru.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran.

Ketika sekolah memberlakukan sistem belajar di mana setengah siswa masuk ke sekolah dan setengahnya mengikuti pelajaran secara daring, guru harus memikirkan cara bagaimana keduanya harus seimbang.

Apakah pemerintah daerah memberikan dukungan infrastruktur kepada sekolah?

Sekolah negeri mendapatkan dukungan seperti itu. Namun dana yang didapat oleh sekolah swasta hanya bersumber melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Jumlahnya mungkin memang besar karena sekolah swasta juga memiliki kebutuhan yang banyak.

Sebelumnya, Mendikbud telah membuat realokasi dana BOS. Artinya, sekolah memiliki kewenangan untuk mengalokasikan dana BOS itu untuk penyiapan protokol kesehatan di sekolah.

Baca Juga: Prof Cissy: Bukan Prioritas Utama, Tapi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Perlu

Namun, karena dana BOS terkait dari jumlah siswa, kami merasa bahwa pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian khusus kepada sekolah swasta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI