Koordinator P2G Satriwan Salim: Pembelajaran Tatap Muka, Harus Ada Pemetaan Rinci Dulu

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:24 WIB
Koordinator P2G Satriwan Salim: Pembelajaran Tatap Muka, Harus Ada Pemetaan Rinci Dulu
Ilustrasi wawancara. Koordinator P2G Satriwan Salim. [Foto: Dok. pribadi / Olah gambar: Suara.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Minimnya persiapan yang dilakukan dan melonjaknya kasus Covid-19, apakah ini berarti semua sekolah di Indonesia belum siap untuk melakukan PTM?

Tidak, karena hal ini tergantung dari letak sekolah tersebut. Sebagai contoh, DKI Jakarta dengan penduduk yang cukup padat memiliki sekitar 83 sekolah yang lolos diverifikasi dari 1.000 sekolah yang ada.

Tapi di sisi lain, di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, sebagian besar guru dan tenaga kependidikan telah mendapatkan vaksin, daerahnya pun relatif tidak ada pertumbuhan kasus Covid-19, dan sekolah di sana juga siap untuk melaksanakan PTM. Kami merasa tidak apa-apa jika sekolah dibuka kembali dalam hal ini.

Apa yang akan terjadi jika pendidikan jarak jauh (PJJ) diperpanjang?

Perpanjangan PJJ juga memiliki risiko, di antaranya siswa lebih rentan mengalami learning loss karena siswa tidak memiliki akses yang maksimal dalam pembelajaran online. PJJ juga terbukti tidak optimal.

Ancaman lainnya adalah meningkatnya kasus anak yang putus sekolah. Hal ini dapat berimbas pada kualitas SDM Indonesia. Selain itu, adanya peningkatan kasus pernikahan di usia sekolah.

Oleh karena itu, kami melihat bahwa tidak bisa sekolah dipaksa secara serentak dibuka kembali pada Juli. Namun, tidak bisa juga semua sekolah harus memperpanjang PJJ. Pada dasarnya, itu semua kembali pada pemetaan yang telah dijelaskan di atas.

Apa yang harus diperhatikan sekolah sebelum PTM diberlakukan?

Selain menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap seperti yang diminta pemerintah, pihak sekolah juga harus jujur kepada orang tua.

Baca Juga: Prof Cissy: Bukan Prioritas Utama, Tapi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Perlu

Sekolah harus memberikan surat edaran kepada orang tua siswa untuk meminta perizinan. Surat tersebut harus jelas, tidak hanya berisi pernyataan seperti "Apakah Anda mengizinkan anak Anda mengikuti pembelajaran tatap muka".

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI