Suara.com - Belum lama ini, Tjhai Chui Mie, Wali Kota Singkawang, kembali membuat kota yang dipimpinnya meraih predikat Kota Tertoleran untuk kedua kalinya.
Tidak mudah bagi perempuan kelahiran Singkawang, 27 Februari 1972 ini untuk sampai pada pencapaian tersebut. Apalagi dia merupakan perempuan Tionghoa pertama yang menjadi kepala daerah, di tengah lajunya arus informasi digital.
Anak ketiga dari empat bersaudara ini mempunyai resep khusus agar predikat kotanya itu bisa bertahan. Bahkan walau sempat diisukan terlibat atau terkait dengan PKI, tantangan itu justru menjadi tambahan penyemangat baginya untuk memimpin Singkawang lebih hebat.
Meski predikat yang telah ditorehkan tergolong membanggakan, mantan Ketua DPRD Kota Singkawang ini mengaku masih memiliki PR yang harus segera diselesaikan. PR itu adalah membuat Singkawang tanpa jalan rusak, meminimalisir bencana seperti banjir, serta bandara yang perlu segera dibangun.
Dalam satu kesempatan belum lama ini, kontributor Suara.com berkesempatan melakukan wawancara secara khusus dengan Tjhai Chui Mie di ruang kerja rumah dinasnya. Momen itu bertepatan dengan hari di mana sang Wali Kota berulang tahun yang ke-49.
Berikut petikan wawancara khusus Suara.com dengan Tjhai Chui Mie:
Apa sih motivasi Anda terjun ke dunia politik, sampai akhirnya jadi Wali Kota Singkawang? Apa ada kaitannya dengan Tionghoa yang minoritas, sehingga Anda ingin memajukan?
Awalnya sejak SMP, saya sudah membantu orangtua yang menjadi Ketua RT. Jadi kita memang tinggal di kawasan yang lebih banyak penduduk Tionghoa. Maka dalam mengurus dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, pada zaman dahulu sangat susah dan mahal. Ini menjadi tantangan untuk saya.
Baca Juga: Bandara Semelagi Singkawang Uji Coba Penerbangan, Ini Rute dan Tarifnya
Setelah tamat SMA, saya suka kegiatan-kegiatan sosial di luar sekolah. Kemudian di dalam kita menjalankan tugas itu, pada 2004 saya sudah ikut organisasi Hakka. Lalu masuk ke dalam PDIP, lalu ganti PIB, lalu ikut masuk dan berjuang, saat ada PAW saya masuk menjadi anggota DPRD.