Tidak bisa. Harus diekstrak terlebih dahulu.
Terkait pembicaraan dengan Kedutaan China, apa saja yang dibicarakan Prof?
Jadi begini. Pembicaraan dengan Kedutaan China itu, (mereka) mengontak saya. Mereka mengatakan bahwa untuk mengatasi Covid-19 ini mereka ingin membantu, berkomunikasi. Artinya, yang saya lakukan logic-nya sama. Mereka berpikir ada irisan.
Adakah yang ingin disampaikan kepada Kemenkes atau pemerintah saat ini?
Nanti saja. Kami bersama teman-teman multistakeholder yang lain akan menyampaikan rekomendasi. Jadi intinya, bahwa kita optimis Indonesia bisa mengatasi ini, dengan apa yang kita punya.
Harapannya, kita tetap semangat, tetap optimis dan berdoa. Kita mendapat ide ke kuinin sulfat ini sudah jalan Tuhan mungkin ya, bukan tangan kita sendiri. Dan ternyata komunikasinya baik, antara dokter, apoteker dan lainnya, dari multi-universitas yang dikumpulkan. Jadi ini kerja bersama untuk segera mencari solusi buat pandemik corona di Indonesia.
Kebetulan saja barangkali idenya pada saat saya waktu itu ada acara dinner dengan Gubernur Lemhanas dan Gubernur Jawa Barat, bercerita tentang kekinian kondisi di Indonesia, akhirnya berbicara tentang corona. Saya bilang ke Pak Gubernur kalau kejadian, kemungkinan obatnya berpotensi ada dari kina. Wajar kalau Pak Ridwan Kamil menyampaikan optimisnya dari Jawa Barat, karena (itu) tadi, perkebunan yang fokus menanam kina itu memang di Jawa Barat pusatnya.
Pertemuannya minggu lalu, pertemuan dengan Gubernur Lemhanas dan Gubernur Jawa Barat itu. Di situ kita ngobrol. Kebetulan waktu itu ada pelatihan tentang pemantapan nilai-nilai kebangsaan di Jawa Barat, makanya Pak Gubernur Lemhanas datang ke Bandung. Makanya ketemu di situ, akhirnya ngobrol dan bergulir seperti ini. Namun sesudah acara dinner itu, saya ke Balikpapan untuk mendampingi apoteker di sana untuk sosialisasi terkait penanganan corona.
Kontributor : Emi La Palau
Baca Juga: Meski WHO Tidak Yakin, AS Resmi Jadikan Klorokuin untuk Pengobatan Covid-19