Suara.com - Pertengahan 2020, mantan suaminya memperkosa anak mereka. Kini, sang putri harus diberi obat penenang oleh dokter untuk sekadar bisa tidur nyenyak. Putusan pengadilan tak mewajibkan negara memberikan terapi bagi korban.
"Saya hanya ingin anak saya bisa melupakan kejadian itu," ujar Magnolia, bukan nama sebenarnya, tentang putrinya yang masih balita.
"Bisa lupa sama bapaknya sekalian, gitu," tambahnya cepat.