Suara.com - Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung pada Rabu sore (2/4/2025).
Ini merupakan erupsi kedua Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu, pada hari ini setelah erupsi pertama terjadi pada pukul 6.25 WIB.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 16.04 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung," kata petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh di Padang, Rabu.
![Sejumlah warga melintas di area persawahan yang dekat dengan kawasan Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). [Dok.Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/11/04/39760-gunung-marapi.jpg)
Ia mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi sekitar 39 detik.
Pada Rabu, pukul 06.25 WIB gunung api tersebut juga erupsi dengan tinggi kolom terpantau sekitar 350 meter di atas puncak gunung. Catatan Pos Gunung Api letusan itu berdurasi sekitar 57 detik dengan amplitudo 1,6 milimeter.
Petugas PGA Gunung Marapi lainnya, Ahmad Rifandi, mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi semua rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG," kata dia.
Ia menegaskan agar tidak ada masyarakat mencoba mendaki Gunung Marapi mengingat saat ini masih dalam kondisi libur Idul Fitri 1446 Hijriah.
BKSDA Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar telah bersepakat menutup jalur pendakian ke gunung api itu.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Helikopter Tim Pemantau Lahar Gunung Marapi Gagal Terbang dari Bukittinggi
Erupsi Pertama