"Perangkat yang tidak dikelola sering kali menjadi titik lemah dalam postur keamanan organisasi, terutama dengan semakin meningkatnya adopsi model tenaga kerja yang bekerja dari berbagai lokasi geografis," kata Anupam Upadhyaya, Vice President Product untuk Prisma SASE, Palo Alto Networks.
Menurutnya, banyak organisasi yang melaporkan kesulitan untuk mendekripsi traffic data jaringan untuk tujuan keamanan.
Rata-rata, dia menambahkan, 64 persen traffic data web dibiarkan terenkripsi sehingga tidak dapat diakses untuk keamanan.
"Lokasi cloud terbaru kami di kawasan ini menghadirkan konektivitas yang aman untuk semua perangkat di lingkungan kerja," ujar Anupam Upadhyaya, dalam keterangan resminya, Sabtu (29/3/2025).
Dia menambahan, baik yang terkelola maupun tidak, sehingga membantu melindungi informasi penting dan memungkinkan organisasi untuk meningkatkan postur keamanan mereka secara keseluruhan dalam menghadapi ancaman siber modern.
Sementara itu, Simon Green, President, Asia-Pasifik dan Jepang, Palo Alto Networks, mengungkapkan, semakin banyak organisasi di kawasan Asia Pasifik dan Jepang yang mengalihkan workload ke cloud.
![Palo Alto Networks Investasi Infrastruktur Cloud Baru. [Pexels]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/29/81300-palo-alto-networks-investasi-infrastruktur-cloud-baru.jpg)
"Ekspansi keamanan cloud kami di Asia-Pasifik dan Jepang adalah wujud dari komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan akses lokal ke keamanan siber terbaik di kelasnya bagi pelanggan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan residensi data," ungkapnya.
Sementara Adi Rusli, Country Manager Indonesia, Palo Alto Networks, menjelaskan, strategi keamanan siber yang tangguh, gesit, dan dalam skala besar penting untuk menghadapi ancaman siber dan serangan berbasis AI yang terus berkembang di luar sistem keamanan kantor.
Dia menerangkan, sangat penting bagi organisasi dan pemimpin bisnis di Indonesia untuk berkolaborasi secara proaktif dengan tim keamanan mereka, dengan tujuan untuk memahami potensi ancaman yang muncul akibat peralihan workload ke cloud secara menyeluruh.
Baca Juga: Di Tengah Kesulitan Kelola Anggaran, Layanan Cloud Ini Janjikan Internet Cepat dan Efisiensi
"Dengan memahami ancaman-ancaman ini, mendapatkan panduan yang jelas, dan menempatkan kemampuan keamanan yang penting, organisasi dapat membangun lingkungan kerja yang aman serta mampu melindungi informasi sensitif, aplikasi-aplikasi bisnis yang penting, dan memungkinkan para karyawan untuk bekerja dari mana saja dengan percaya diri," bebernya.