Ramai Demo Tolak RUU TNI, Wapres Gibran Malah Pamer Video AI di Instagram

Kamis, 20 Maret 2025 | 20:17 WIB
Ramai Demo Tolak RUU TNI, Wapres Gibran Malah Pamer Video AI di Instagram
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Puskesmas Remaja di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (12/2/2025). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming mencuri perhatian publik usai dirinya mengunggah video AI di akun Instagram pribadinya di tengah aksi demo tolak RUU TNI.

Melalui akun Instagram @gibran_rakabuming, putra Jokowi ini mengunggah video AI wajah dirinya yang digabungkan dengan video kakak Fuji, Fadly Faisal.

Dalam video tersebut, nampak Fadly Faisal sedang bermain bowling. Di video yang diunggah Gibran Rakabuming ini, wajah Fadly kemudian diganti menjadi wajahnya.

Caption unggahan Gibran menyebut bahwa video ini merupakan perkenalan teknologi AI pada siswa SMA Bunda Mulia, Jakarta Barat.

Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas sejak dini untuk bisa bersaing dengan negara lain.

Gibran menyebut bahwa teknologi AI ini tidak akan menggantikan manusia jika dikuasai dengan baik oleh siswa maupun guru.

Dirinya pun berharap agar siswa pada khususnya dapat beradaptasi dengan teknologi cerdas ini untuk meningkatkan kinerja nantinya.

"Mengenalkan AI pada siswa SMA Bunda Mulia, Jakarta Barat. Gunakan AI untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas sejak dini agar kita dapat bersaing. AI tidak akan menggantikan manusia jika kita manusia menguasai AI. Bukan hanya siswa, guru-guru pun saya harap dapat beradaptasi dengan kecerdasan buatan atau akal imitasi untuk meningkatkan kinerja" tulis Gibran.

Diunggah ke laman Instagram hingga menjadi viral di Instagram, unggahan Gibran Rakabuming ini kemudian mendapat berbagai komentar dari netizen yang menyayangkan video tersebut diunggah saat demo tolak RUU TNI berlangsung.

Baca Juga: BEM SI Demo Tolak RUU TNI di DPR: Rapatkan Barisan! Pukul Mundur Militer ke Barak

"Kok bisa upload kaya gini, negara lagi disorot parah. Ayolah Mas Gibran hati nraninya tolong banget" balas netizen.

"Kenapa disahkan RUU TNI Pak Wapres? Sudah susah cari kerja malah saingan sama yang udah punya kerjaan" komentar akun lainnya.

"Pak Wapres woy batalin gak RUU TNI-nya?" ungkap netizen.

"Gob*** banget, negara lagi ancur malah upload video kaya gini" tulis akun lainnya.

"Rakyat lo ini lagi pada bersuara, kondisi negara lagi runyam. Lo malah bikin video AI gak jelas, naudzubillah emang IPK 2,3 disuruh jadi wakil presiden ya kek gini hasilnya" komentar netizen.

"Gak bisa berkata-kata lagi semoga gua gak kena dampak dri wapres ini" balas akun lainnya.

Gibran Rakabuming menjadi juri dalam lomba AI di SMA

Gibran Rakabuming jadi juri lomba AI. (x/dzakdelarocha)
Gibran Rakabuming jadi juri lomba AI. (x/dzakdelarocha)

Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, baru-baru ini berpartisipasi sebagai juri dalam kompetisi kecerdasan buatan (AI) yang digelar di SMA Negeri 66 Jakarta.

Kompetisi ini merupakan bagian dari seminar yang bertujuan untuk mendorong pemanfaatan teknologi AI di kalangan pelajar. Dalam kesempatan tersebut, Gibran menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar siswa lebih siap menghadapi masa depan.

Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan AI guna meningkatkan produktivitas dan kreativitas, seperti dalam pembuatan desain grafis serta video.

Selain itu, Gibran juga menyoroti bagaimana AI dapat membantu dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam memahami dan menerapkan rumus dengan lebih mudah.

Lebih lanjut, Gibran menyampaikan rencananya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar AI dapat dijadikan mata pelajaran di sekolah.

Langkah ini diharapkan dapat membekali generasi muda dengan keterampilan teknologi yang relevan dan memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam pemanfaatan AI di tingkat global.

Kehadiran Gibran sebagai juri dalam lomba AI ini mencerminkan komitmennya dalam mendorong integrasi teknologi modern ke dalam sistem pendidikan nasional.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI