Keduanya akan bekerja sama untuk penyelenggaraan penyuluhan tentang ekspor Business to Consumer (B2C) dan regulasi perdagangan global, program "Gerebek UMKM" di berbagai daerah untuk menggali potensi produk lokal, serta berbagi wawasan dan strategi dalam berbagai forum industri.
Hamzah menegaskan kalau Master Bagasi berfokus pada layanan logistik dan bukan pada perubahan harga produk UMKM. Sebagai langkah baru, perusahaan akan menghadirkan layanan "Ads Placement" bagi mitra UMKM yang ingin meningkatkan visibilitas produknya.
Selain itu, Master Bagasi juga telah menjalin kerja sama dengan brand besar yang ada di Indonesia.
Lebih lanjut dia menyatakan, dengan menghadirkan produk-produk yang sudah dikenal luas, platform karya anak bangsa ini dapat mendorong lebih banyak pengguna untuk mengeksplorasi fitur "Jelajah Nusantara" yang menjadi panggung utama bagi produk UMKM Indonesia.
"Kolaborasi adalah kunci. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan UMKM, kita bisa membawa produk Indonesia ke level global," jelas Hamzah.
Sebelumnya startup cross-border e-commerce Master Bagasi mengumumkan kalau mereka sukses mengirimkan ribuan produk dari ratusan merek pilihan Indonesia ke lebih dari 100 negara.
Tak hanya itu, Master Bagasi yang merupakan buatan anak bangsa ini juga sudah diunduh (download) lebih dari 20 ribu kali setelah terdaftar di App Store dan Google Play Store beberapa bulan lalu.
Master Bagasi juga termasuk dalam aplikasi rintisan yang terpilih dalam Indonesia Business Startup Matchmaking (IndoBisa) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2024.
CEO dan Founder Master Bagasi, Amir Hamzah mengatakan kalau capaian ini terlaksana karena mereka melibatkan generasi muda dari berbagai latar belakang keahlian.
"People adalah kunci utama membangun bisnis yang berkelanjutan," katanya dalam siaran pers, Kamis (10/10/2024).
Baca Juga: Solusi Pembayaran Lintas Negara yang Lebih Efisien untuk Pelaku Usaha di Indonesia