Crowdfunding memungkinkan startup mengumpulkan dana dari banyak orang, memberikan akses mudah ke investor dan meningkatkan permintaan pasar terhadap produk mereka.
BrewDog merupakan salah satu perusahaan startup yang dikabarkan bisa mengumpulkan £126 juta pada tahun 2011 melalui crowdfunding.
3. Mempermudah Perencanaan dan Analisis Keuangan
Keputusan berbasis data penting untuk pertumbuhan startup yang berkelanjutan. Dengan fintech, analisis keuangan dan perencanaan dapat dilakukan secara otomatis dan real-time sehingga bisa memberikan gambaran jelas tentang kesehatan finansial perusahaan.
Alat ini juga menyediakan indikator kinerja (KPI) yang membantu startup melacak kemajuan dan mengambil tindakan bila diperlukan.
4. Menyederhanakan Pembayaran dan Transaksi Internasional
Menyusun pembayaran internasional bisa rumit dan mahal karena membutuhkan beberapa penyesuaian. Untungnya, fintech bisa mempermudah proses ini dengan platform yang mendukung multi-mata uang dan otomatis mengonversi mata uang sesuai kebutuhan.
Dengan begitu, startup dapat mengelola transaksi internasional dengan lebih efisien, menghemat biaya konversi dan biaya transaksi, serta memudahkan analisis keuangan yang konsisten dalam satu jenis mata uang.
5. Menjamin Keamanan Data dan Kepatuhan
Baca Juga: 6 Rekomendasi Software Manajemen Keuangan Startup di Indonesia, Pembukuan Lebih Rapi
Keunggulan teknologi fintech di bisnis startup lainnya adalah meningkatkan keamanan data di dunia digital. Pasalnya, platform fintech yang baik akan beroperasi dengan sistem yang aman dan mengadopsi prinsip cloud.