Apa Itu Hilal? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Menentukannya

Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:17 WIB
Apa Itu Hilal? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Menentukannya
Petugas melakukan pemantauan hilal 1 Syawal 1445 H di Kanwil Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tinggal menghitung hari hingga umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Menjadi perbincangan hangat selama bulan suci, apa itu hilal? Berikut penjelasan ilmiah dan cara menentukannya.

Sebelum melakukan puasa, umat Muslim biasanya memantau Hilal sebagai acuan untuk menjalankan ibadah tersebut. Kementerian Agama menjadi salah satu yang mengambil peran penting guna memantau Hilal.

Biasanya mendekati masa puasa, Kementerian Agama akan melakukan pengamatan Hilal sebelum kemudian menggelar sidang isbat yang menetapkan waktunya awal Ramadan.

Apa itu Hilal?

Baca Juga: Bulan Ramadan Segera Tiba, Kapan Waktu Terbaik Membaca Niat Puasa?

Hilal merupakan istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti bulan sabit. Biasanya para pemantau Hilal akan melihat kemunculan bulan sabit pertama.

Petugas melakukan pemantauan hilal 1 Syawal 1445 H di Kanwil Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas melakukan pemantauan hilal 1 Syawal 1445 H di Kanwil Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Cara ini dilakukan dengan menggunakan mata telanjang atau menggunakan alat bantu pengamatan. Dalam sains, Hilal diketahui sebagai beberapa fase bulan.

Cecep Nurwendaya, anggota Banda Hisab Rukyat Kemenag RI menyebut bahwa setidaknya ada lima fase bulan. Fase pertama yaitu bulan baru yang kemudian disusul fase kedua yaitu bulan sabit atau Hilal.

Selanjutnya, di fase ketiga adalah bulan separuh kuartil pertama yang dilanjutkan dengan fase keempat yaitu bulan besar. Yang terakhir adalah fase bulan tua.

Jurnal Universum menyebut bahwa pandangan astronomi modern menyebut bahwa Hilal baru akan terlihat saat posisi bulan berada minimal 8 derajat di samping Matahari.

Baca Juga: Bacaan Surat Al Baqarah 183, Ayat tentang Perintah Puasa Ramadhan

Pemantauan Hilal

Untuk menentukan kapan awal puasa dimulai akan dilakukan pemantauan bulan sabit muda yang bisa terliaht ketika bulan baru pada arah Matahari terbenam sedang terjadi. Kondisi ini kerap menjadi acuan dalam kalender Islam.

Secara bentuk, Hilal biasanya berbentuk tegak mirip bulan sabit yang memiliki garis tipis. Lengkungan Hilal biasanya berada pada arah Matahari.

Petugas melakukan pemantauan hilal 1 Syawal 1445 H di Kanwil Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas melakukan pemantauan hilal 1 Syawal 1445 H di Kanwil Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Bagi pemula, akan sangat sulit ketika memantau kemunculan Hilal. Pasalnya, Hilal akan nampak layaknya goresan cahaya yang tipis sehingga sulit untuk dilihat.

Di Indonesia, penentuan Hilal pada dasarnya dilakukan dengan dua metode, yaitu rukyah dan wujudul Hilal. Dua metode berbeda ini yang kemudian membuat Indonesia sering memiliki dua waktu perayaan Ramadan dan Idul Fitri.

Metode rukyah biasanya dilakukan dengan pantauan mata dengan batasan pengamatan dua derajat. Jika Hilal terlihat, maka besok adalah hari pertama dalam kalender Hijriah.

Selanjutnya, metode kedua adalah wujudal Hilal yang melihat Hilal berada di atas cakrawala. Dalam kondisi ini makan malam tersebut sudah memasuki bulan baru dalam kalender Hijrah.

Beruntung sekarang untuk melakukan pemantauan Hilal bisa menggunakan berbagai teknologi canggih. Sebelumnya, pemantauan Hilal dilakukan menggunakan mata telanjang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI