Suara.com - Sosok Riza Chalid kini menjadi sorotan setelah putranya, Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini.
Penetapan Kerry sebagai tersangka ini karena dugaan kasus korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Peristiwa yang terjadi pada 2018-2023 itu saat Kerry menjabat sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.
Setelah Kerry masuk ke Rutan Salemba, sosok sang ayah Riza Chalid pun menjadi sorotan karena kini rumahnya digeledah Kejagung.
Lantas bagaimana sepak terjang dari Riza Chalid yang dijuluki sebagai sultan minyak ini? Berikut penjelasannya, dikutip dari cuitan Pegiat media sosial Jhon Sitorus di akun X pribadinya, @JhonSitorus_18:
![Tangkapan layar, cuitan Jhon Sitorus. [X/@JhonSitorus_18]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/02/27/44998-tangkapan-layar-cuitan-jhon-sitorus-xatjhonsitorus-18.jpg)
Riza Chalid yang bernama asli Mohammad Riza Chalid atau merupakan pengusaha Indonesia yang menjalankan bisnis di berbagai sektor.
Meski memiliki banyak bisnis seperti ritel mode, perkebunan sawit, industri minuman, hingga perdagangan minyak bumi, sosoknya ini dikenal sebagai "Raja Minyak Indonesia".
Julukan sultan minyak ini ditetapkan karena Riza Chalid "berkuasa" dalam impor minyak melalui anak perusahaan PT Pertamina, yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
Riza memiliki sejumlah perusahaan dalam dunia perminyakan yang beroperasi di Singapura, seperti Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum.
Baca Juga: Siapa Riza Chalid? 'Raja Minyak' Ayah Tersangka Korupsi BBM Ikut Digeledah Rumahnya
Pernah Terseret Kasus Papa Minta Saham