Telkom Yakin Teknologi AI Bantu Efisiensi BUMN 30-40 Persen

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 27 Februari 2025 | 07:46 WIB
Telkom Yakin Teknologi AI Bantu Efisiensi BUMN 30-40 Persen
Ilustrasi AI. (Dok: Telkom)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meyakini kalau teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bisa membantu efisiensi di berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid menyatakan kalau mereka sudah melihat contoh bagaimana teknologi AI dimanfaatkan di BUMN.

"Dari beberapa riset yang kami lakukan, tak hanya di Telkom tapi di seluruh BUMN, itu dapat meningkatkan efisiensi sebesar 30 atau 40 persen. Jadi yang semula dilakukan secara manual, dengan AI itu bisa dibantu sehingga lebih cepat atau lebih automated," katanya saat konferensi pers di Kawasan Senopati, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Ia mencontohkan, AI bisa dimanfaatkan di pekerjaan seperti inspeksi aset-aset perusahaan yang ada di lapangan. Menurutnya, pekerjaan seperti ini memang harus mendatangkan banyak orang.

Baca Juga: Telkom Siapkan Penunjang Teknologi AI untuk Danantara

Bagi BUMN yang memiliki aset di seluruh Indonesia, Fajrin menyebut kalau inspeksi tersebut memerlukan biaya sangat besar dan lama jika dilakukan secara manual dengan manusia.

Tapi lewat AI seperti analisis gambar atau analisis video, Fajrin mengatakan kalau inspeksi tersebut bisa dilakukan secara lebih otomatis. Orang yang memantau ke lapangan mungkin tetap datang, tetapi seperlunya saja.

Dicontohkan Fajrin, perusahaan yang bergerak di sektor energi bisa amat terbantu dengan AI ini. Jika sebelumnya mesti dilakukan secara manual seperti inspeksi langsung, maka AI bisa langsung memantau dari jarak jauh.

"Jadi proses misalnya maintenance, proses pengecekan infrastruktur gitu ya, dilakukan secara maintenance, yang orang harus langsung datang ke setiap daerah. Nah sekarang dengan teknologi AI melalui yang tadi banyak dicontohkan, video analytics, image analytics. Kita tuh enggak harus untuk mengetahui apakah sebuah mesin atau sebuah alat itu dalam kondisi baik atau tidak melalui orang datang, tidak harus," paparnya. 

Ia bercerita, Telkom mulai memanfaatkan AI untuk merencanakan biaya pembangunan yang lebih optimal. Fajrin mencontohkan kalau sebelum membangun infrastruktur baru seperti tower atau menara, Telkom menganalisis lebih dulu wilayah tersebut lewat AI..

Baca Juga: Donald Trump Bagikan Video AI 'Gaza 2025' yang Penuh Kontroversi

"Wah ke depan kayaknya bagusnya bangun kabel atau jaringan atau menara di daerah sini, daerah sini, daerah sini. Sehingga planning capex yang kemudian kami lakukan itu bisa lebih optimal. Dalam arti jangan sampai kami bikin kabel gitu ya, gelar kabel di mana terus enggak ada pelanggannya," sambungnya lagi.

Contoh lain, Fajrin mengungkapkan kalau AI bisa mengembangkan bisnis-bisnis baru yang sebelumnya belum ada. Misalnya, ada fitur seperti video analytic yang bisa ditambahkan sebagai layanan baru untuk produk CCTV.

"Jadi kalau sebelumnya orang jualan CCTV saja, termasuk kami di Telkom, sekarang kami menjual CCTV yang ditambahkan dengan layanan analytic," umbar dia.

Dengan demikian, pelanggan bisa melihat, memonitor langsung dari CCTV untuk melihat berapa banyak orang keluar-masuk dalam beberapa hari tertentu, misalnya.

"Pada intinya kami melihat AI ini sebuah teknologi yang sangat berpotensi besar ke depannya gitu ya," jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI