Setelah warga setempat melakukan penyelidikan bersama tim, ternyata 'hujan jeli' adalah ulah usil anak-anak. Sebuah video klarifikasi menampilkan wanita muda yang meminta maaf karena telah menyebarkan narasi fenomena hujan jeli.
"Kami ingin mengklarifikasi kekeliruan tentang hujan jeli di Desa Leyao, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara. Sebelumnya kami meminta maaf atas video live yang semalam karena membuat gaduh di seluruh wilayah. Kami tak bermaksud menyebarkan berita hoaks," ungkap seorang wanita pada video yang diunggah olah akun Mer**n A** di forum Facebook Sulut Viral.
Ia mengungkap bahwa hujan jeli berasal dari serbuk mainan para bocah. "Awalnya kami juga kaget beberapa saat setelah hujan muncul jeli-jeli atau agar-agar. Dan setelah kami telusuri, ternyata itu hanyalah permainan anak-anak yang berbentuk serbuk. Serbuk itu kalau kena air menjadi jeli atau agar-agar," ucapnya.
Ternyata terdapat anak-anak yang menabur serbuk mainan di jalan pada siang hari. Hujan deras lantas menerpa Desa Leyao pada malam harinya. Beberapa warga takjub setelah melihat tetesan hujan 'berubah' menjadi jeli sehingga mengumpulkan tumpukan jeli tersebut. Salah seorang warga mengunggah ke video dengan narasi hujan jeli sehingga viral.