Suara.com - Pagar laut yang membentang di pesisir Banten dan Bekasi masih menjadi perhatian publik. Yang membuat unik adalah bahan pagar tersebut adalah bambu.
Pagar bambu ini ditanam tegak, berbaris rapi, dan memanjang hingga puluhan kilometer.
Lalu, mengapa bambu dipilih sebagai bahan pagar laut?
Edi, seorang pengusaha tambak di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa penggunaan bambu untuk keperluan di laut bukanlah hal baru.
Nelayan telah lama mengandalkan bambu untuk membangun bagan tancap dan perangkap ikan yang disebut sero, yang bentuknya menyerupai pagar dan efektif mengarahkan ikan ke perangkap.
Menurut Edi, bambu memiliki sejumlah keunggulan. Panjangnya yang bisa mencapai puluhan meter membuatnya ideal untuk kebutuhan memagar di laut.
Selain itu, bambu relatif ringan, sehingga lebih mudah dipasang di laut tanpa memerlukan banyak tenaga atau alat berat.
"Kalau kayu itu berat dan sulit dipasang di laut, apalagi harus ditancapkan ke dasar. Bambu jauh lebih praktis," ujar Edi kepada Suara.com, Senin (20/1/2025).
Tak hanya praktis, bambu juga terbukti tahan lama di lingkungan laut. Jika tertanam di dalam tanah atau dasar laut, bambu bisa bertahan hingga bertahun-tahun tanpa cepat hancur.
Baca Juga: Usai Bertemu KSAL, Menteri KKP Sepakat Bongkar Pagar Laut Tangerang
Keunggulan-keunggulan ini membuat bambu menjadi bahan yang andal untuk proyek pagar laut. Selain fungsional, bambu juga ramah lingkungan.