Peneliti BRIN Ungkap Adanya Sistem Hujan Badai di Sekitar Jakarta

Ahli Klimatologi dan Profesor Riset Klimatologi & Perubahan Iklim di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin memantau adanya awan rendah pada wilayah Jakarta.
Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut mengungkap bila awan rendah yang bergerak cepat menandakan sistem badai serta cuaca ekstrem.
"Bukan kabut, awan rendah yang menutupi gedung ini terpantau bergerak cepat, menandakan ada sistem badai meluas yang menggerakkannya. Pertanda cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem dapat terwujud dengan adanya pergerakan cepat awan cumulus congestus. Hujan deras terjadi di wilayah Jakarta Raya sejak tengah malam hingga pagi berikutnya," tulis Prof. Dr. Erma Yulihastin.
Ahli Klimatologi meminta masyarakat waspada mengingat sistem hujan badai di Jabodetabek berpotensi 'awet' dalam beberapa waktu ke depan.
"Update: efek bibit siklon 97S picu pembentukan sistem hujan badai meluas berjenis MCC dan SL. Maka hujan deras meluas terjadi di Jabodetabek, Bandung, pesisir utara Jateng dari Brebes hingga Kudus yg terus memanjang ke timur. Berpotensi awet hingga siang jam 14. Waspada!!!" cuit Erma Yulihastin (@EYulihastin) pada Kamis (09/01/2025) pagi.