Suara.com - Ternyata, iklim dan budaya memiliki dampak besar pada cara kita berevolusi sebagai spesies. Bagaimana bisa terjadi? Berikut ini pembahasan evolusi manusia terkait iklim dan budaya yang dirangkum Suara.com dari laporan Scienceabc.
Sebagaimana diketahui, kehidupan manusia tak bisa lepas dari pengaruh iklim dan budaya. Sebab dari sanalah manusia bisa bertahan hidup dan menjadi pribadi berbeda di setiap wilayahnya.
Perubahan kondisi iklim selama Zaman Es membuat kita mengembangkan inovasi sebagai budaya, yang membantu kita bertahan hidup. Budaya, pada gilirannya, telah memengaruhi evolusi kita.
Bayangkan Anda tinggal di suatu tempat yang dekat dengan garis khatulistiwa, misalnya Brasil atau Indonesia.
Kemungkinan besar Anda cukup siap menghadapi suhu panas dan lembap. Tiba-tiba, bayangkan diturunkan di lokasi acak di Greenland.
Anda tentu akan sedikit kesulitan dengan lingkungan yang tiba-tiba dingin dan kering di sekitar Anda, tetapi pada akhirnya, Anda mungkin menemukan bahwa Anda dapat terbiasa dengan lingkungan baru Anda.
![Ilustrasi Zaman Es. [Francesco Ungaro/Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/29/18490-zaman-es.jpg)
Anda akan menyesuaikan pola makan dengan apa pun yang tersedia di Greenland, baik itu cara makan, daging dari hewan buruan liar dan ikan.
Inilah yang kemudian membuktikan bahwa iklim sangat mempengaruhi perilaku dan evolsi manusia.
Namun, di luar perubahan gaya hidup ini, kita juga dipengaruhi oleh perubahan iklim tersebut pada tingkat genetik.
Baca Juga: Bagaimana Perjalanan Luar Angkasa Mempengaruhi Tubuh Manusia?
Jadi secara garis besar, iklim akan membuat genetik kita lama kelamaan berubah menyesuaikan kondisi lingkungan.