Suara.com - Pengamat Teknologi Kamilov Sagala membagikan tips mengatasi dan mengantisipasi kabar BRI terkena serangan ransomware yang ternyata hoax.
"Penting sekali untuk periksa sumber informasinya serta konfirmasi dari sumber terpercaya sebagai bentuk kroscek," ujarnya kepada Suara.com, Rabu (25/12/2024).
Selain itu, dirinya juga mengingatkan untuk berhati-hati tidak menyebarkan informasi sembarangan ke yang lain.
"Agar tidak menimbulkan kepanikan atau dampak egatifnya dari info yang belum kita pastikan kebenarannya," tegasnya.
Tidak hanya itu, Kamilov juga melihat dengan masyarakat bisa menggunakan teknologi yang ada sekarang untuk lebih memastikan mana kabar benar atau hoax.
"Saat ini dengan adanya teknologi atau aplikasi, bisa juga melakukan deteksi awal atas info-info tersebut," katanya.
![Ilustrasi seorang peretas dan komputer yang telah terserang ransomware. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/09/22/22083-ransomware.jpg)
Dia juga berpesan untuk sangat berhati-hati membagikan kabar hoax karena bisa berhadapan dengan hukum.
"Sudah saatnya kita juga memahami ada masalah hukum ke depan akibat kita kurang hati-hati dengan berita atau info yang belum tentu valid," ucapnya.
Terkait kabar BRI yang terkena hoax, Kamilov melihatnya sebagai ancaman palsu dan tidak benar.
Baca Juga: Teguh Aprianto: Klaim Ransomware Bank BRI oleh Bashe Terkocak Sepanjang Masa
"Penyusup ini atau Bashe memberikan ancaman palsu," tegasnya.