3 Tren Teknologi Terpanas 2024: AI, Nostalgia, dan Selamatkan Bumi

Muhammad Yunus Suara.Com
Senin, 16 Desember 2024 | 12:56 WIB
3 Tren Teknologi Terpanas 2024: AI, Nostalgia, dan Selamatkan Bumi
Ilustrasi ChatGPT yang merepresentasikan tiga tren utama yang menjadi sorotan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia pada tahun 2024 [Suara.com/Muhammad Yunus]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perusahaan riset pasar Ipsos mengumumkan tiga trend teknologi yang menjadi sorotan masyarakat di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, serta pasar global lainnya, sepanjang tahun 2024.

Dalam laporan bertajuk Ipsos Global Trends 2024: "In Search of a New Consensus: From Tension to Intention", Ipsos mengeksplorasi tren utama teknologi yang membentuk kawasan Asia-Pasifik.

Laporan itu juga menandai peringatan ke-10 tahun perjalanan Global Trends Report yang menawarkan insight berharga tentang perubahan sentimen konsumen, transformasi sosial, dan dinamika pasar di 50 negara.

"Insight dari Report Ipsos Global Trends 2024 memberikan peta jalan bagi brand yang sedang menghadapi lanskap yang terus berkembang," kata CEO Ipsos APEC Hamish Munro dalam siaran resmi pada Senin 16 Desember 2024.

"Persimpangan antara teknologi, tradisi, dan sustainability menawarkan peluang unik bagi bisnis di Asia untuk berinovasi dan tetap relevan dengan konsumen," tutur Hamish Munro.

Hamish Munro kemudian menjabarkan tiga trend yang menjadi sorotan masyarakat Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, antara lain:

1. Teknologi yang menginspirasi (Technowonder)

Konsumen di APAC, terutama Indonesia, India, dan Thailand menunjukkan optimisme terhadap kemajuan teknologi seperti artificial intelligence (AI).

Di Indonesia, 68 persen responden percaya bahwa AI memiliki dampak positif bagi dunia, jauh di atas rata-rata global sebesar 57 persen.

Baca Juga: Daftar Harga Mobil KIA Desember 2024: Dari Sonet hingga EV9

Namun, optimisme itu disertai dengan kekhawatiran signifikan terkait privasi data, di mana 76 persen konsumen APAC khawatir tentang bagaimana informasi mereka digunakan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI