Suara.com - Lion fountain atau air mancur singa dari peradaban Islam tahun 1300-an yang selama ini berada di Istana Alhambra membuat banyak orang takjub dengan keindahannya. Siapa sangka jika air mancur ini bukanlah hiasan biasa namun memiliki tanda kemajuan teknologi dalam peradaban manusia.
Air mancur ini dibuat dengan 12 singa berbentuk lingkaran yang nampak memegang baskom. Dari mulut singa ini keluar air yang menyembut ke 12 kanan yang berada di setiap sisinya.
Dilansir dari IFL Science, 12 merupakan angka penting dalam banyak budaya. Hal ini bahkan berkaitan dengan waktu siang dan malam. Kini muncul dugaan baru yang menyebut jika 12 singa di air mancur tersebut bukan hanya pajangan semata namun berkaitan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Air mancur sebagai jam hidrolik
Pada zamannya, air mancur yang berada di Istana Alhambra, Granada, Spanyol ini diciptakan pada abad ke-14 oleh peradaban Islam yang serba maju secara teknologi dan ilmu pengetahuan.
Ilmuwan menduga jika air mancur tersebut kemungkinan memiliki fungsi sebagai jam hidrolik. Di masa itu, teknologi ini digunakan untuk mengukur waktu melalui aliran air yang memang dikendalikan secara presisi.
Beberapa spekulasi menyebut jika setiap jam ditandai dengan semburan air dari singa yang menunjukan waktu tertentu. Sistem semacam ini menunjukan pengetahuan mendalam mengenai mekanika fluida dan rekayasa hidrolik yang dimiliki para ilmuwan islam di masa itu.
Air mancur ini kemungkinan sudah dibangun pada tahun 1362 dan 1391 lalu pada masa pemerintahan Nasrid Sultan Muhammad V. Sejarah menyebut bahwa air mancur ini berasal dari sebuah puisi yang ditulis di baskom.
Jam air dari abad ke-21
Baca Juga: Disopiri Mayor Teddy Pakai Mobil Golf saat Keliling Istana, Prabowo Mendadak Tanya Wartawan: Sehat?

Lion fountain atau air mancur singa yang berada di Istana Alhambra ini dipercaya menjadi jam air yang dibangun dengan perhitungan yang tepat. Merancang jam air tidak membutuhkan pengetahuan abad ke-21.