Suara.com - Perkembangan teknologi 5G Indonesia diperlukan dorongan dari infrastruktur.
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sigit Puspito Wigati Jarot.
"Infrastruktur digital di Indonesia perlu didorong untuk meningkatkan konektivitas berkualitas untuk mengembangkan generasi yang bertalenta digital," katanya dalam diskusi Indotelko Forum di Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Dia menambahkan, saat ini Indonesia menghadapi keterlambatan pengembangan 5G yang levelnya baru sampai 30 megabit per detik, tertinggal dari negara tetangga Malaysia dan Singapura.
"Selain itu, kualitas koneksi 5G di Indonesia juga tertinggal 5 tahun serta fiberisasi masih di kisaran 15 persen dan targetnya tahun 2030 mendekati 30 persen," imbuh Sigit.
Menurutnya, peningkatan kualitas koneksi 5G bukan hanya tugas operator tapi juga negara yang membutuhkan konektivitas yang berkualitas.
![Ilustrasi transformasi digital. [Antoni Shkraba/Pexel]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/30/83726-ilustrasi-transformasi-digital.jpg)
"Infrastruktur yang berkualitas juga akan mendukung pengguna internet yang saat ini penetrasinya mencapai 80 persen," ujar dia.
Salah satunya dengan meningkatkan teknologi fiberisasi dan pengembangan 5G.
Hal ini menurutnya, akan memberikan kesempatan talenta digital generasi berikutnya untuk berkembang, mereka bisa berinovasi artinya digital savvy.
Baca Juga: Vivo Diprediksi Siapkan Submerek Anyar, Punya Nama 'Jovi'?
Selain itu gambaran transformasi digital juga merangkum aspek ekonomi digital yang perlu perhatian besar dalam mengukurnya.