Bos IBM Bocorkan Lima Tren AI pada 2025

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 06 Desember 2024 | 08:53 WIB
Bos IBM Bocorkan Lima Tren AI pada 2025
Roy Kosasih, Presiden Direktur IBM Indonesia. [IBM Indonesia]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - IBM mengungkapkan lima tren AI (Artificiall Intelligence/Kecerdasan buatan) pada 2025 di Asia pasifik lewat APAC AI Outlook 2025.

Menurut laporan tersebut, perusahaan di Asia-Pasifik kini telah melangkah dari tahap eksperimen AI dan mulai memusatkan perhatian pada upaya memaksimalkan dampak dari investasi AI.

Lebih dari setengah (54 persen) kini mengharapkan AI memberikan manfaat jangka panjang bagi bisnis mereka, seperti dalam hal inovasi atau peningkatan pendapatan.

Perubahan besar terletak pada pengembangan solusi AI yang hemat biaya, dengan fleksibilitas untuk menggunakan model open-source yang dibuat khusus serta integrasi yang lancar antara berbagai penyedia.

Upaya untuk meraih keuntungan jangka pendek pada fase awal proyek AI generatif kini telah bergeser menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi AI.

Fokus juga telah bergeser dari penggunaan AI pada kasus berisiko rendah dan non-inti, ke penerapan AI Generatif dalam fungsi inti bisnis untuk meraih keunggulan kompetitif dan meningkatkan ROI.

Ilustrasi kecerdasan buatan (Artifial Intelligence/AI].
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artifial Intelligence/AI].

Menurut laporan Outlook yang disusun oleh Ecosystm untuk IBM, hampir 60 persen organisasi yang disurvei di wilayah Asia-Pasifik mengantisipasi bahwa manfaat dari investasi AI mereka akan terealisasi dalam dua hingga lima tahun.

Hanya 11 persen yang mengharapkan pengembalian investasi dalam dua tahun ke depan.

Pada tahun 2025, fokus utama investasi AI bagi organisasi di Asia-Pasifik akan berpusat pada peningkatan pengalaman pelanggan (21 persen), otomasi proses bisnis di back-office (18 persen), serta otomasi penjualan dan pengelolaan siklus hidup pelanggan (16 persen).

Baca Juga: Microsoft 365 Copilot Kini Dukung Bahasa Indonesia, Kerja Pakai AI Jadi Lebih Gampang

Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi-organisasi harus menghadapi tantangan utama dari kompleksitas data (39 persen), tingginya biaya implementasi dan solusi (36 persen), serta terbatasnya jumlah use case yang teridentifikasi (35 persen).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI