Suara.com - Menteri Transportasi Inggris, Louise Haigh, secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (29/11) setelah terungkap bahwa ia pernah melaporkan ponsel kerjanya sebagai barang curian secara keliru pada tahun 2013.
Keputusan ini diumumkan melalui surat resmi yang ia sampaikan kepada Perdana Menteri Keir Starmer.
Dalam surat pengunduran dirinya, Haigh menyebut insiden tersebut sebagai "kesalahan pribadi" yang kini menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa kelanjutan jabatannya dapat menjadi gangguan bagi fokus dan prioritas pemerintahan saat ini.
"Saya merasa bahwa insiden ini, meski terjadi bertahun-tahun lalu, dapat mengalihkan perhatian dari upaya kami dalam membangun sistem transportasi yang lebih baik untuk rakyat Inggris," tulis Haigh dalam suratnya.
Insiden yang menjadi pemicu pengunduran dirinya bermula pada tahun 2013, ketika Haigh yang saat itu berusia 24 tahun, melaporkan kehilangan ponsel setelah mengalami perampokan di London pada malam hari.
Peristiwa tersebut sempat membuatnya ketakutan, terutama karena ia tengah berada di lingkungan yang tidak familiar.
Namun, beberapa waktu kemudian, Haigh menemukan bahwa ponsel yang ia laporkan hilang sebenarnya masih berada di rumahnya. Sayangnya, ia tidak segera memperbarui laporan kepada polisi ataupun kepada atasannya di tempat kerja saat itu.
Dalam surat tersebut, Haigh juga mengenang kembali ketakutan yang ia rasakan sebagai seorang wanita muda yang menghadapi situasi berbahaya di tengah kota besar.
Meski begitu, ia mengakui bahwa kesalahan administratif tersebut tidak seharusnya diabaikan begitu saja.
Baca Juga: Bukan Cuma FC Tokyo, 2 Klub Liga Inggris juga Lirik Rizky Ridho
Menanggapi pengunduran diri tersebut, Perdana Menteri Keir Starmer menyampaikan apresiasinya atas dedikasi Haigh selama menjabat sebagai Menteri Transportasi.