Guru Indonesia Terapkan AI, Matematika Jadi Lebih Menyenangkan!

Muhammad Yunus

Senin, 25 November 2024 | 19:18 WIB
Guru Indonesia Terapkan AI, Matematika Jadi Lebih Menyenangkan!
Mansur, seorang guru matemarika, memberi pelajaran kepada siswa dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di SMP Negeri 2 Pangsid, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan [Suara.com/ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi]

Suara.com - Para guru dari berbagai daerah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) untuk melatih kemampuan berpikir dan bernalar kritis pada siswa, salah satunya dilakukan oleh Mansur yang merupakan guru matematika di SMP Negeri 2 Pangsid, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Mansur menerapkan pendekatan inovatif dengan teknologi AI untuk membuat pelajaran matematika lebih menyenangkan. Dengan pendekatan inovatif, Mansur mengajak siswa menggunakan Microsoft Copilot untuk memahami elaborasi rumus jawaban dari soal-soal yang ia bagikan.

“Kami mengajak siswa-siswi untuk menggunakan AI sebagai sarana menyelesaikan soal matematika dengan cara yang menyenangkan dan menenangkan. Tentunya, kami juga meminta mereka menjelaskan alur rumus matematika yang mereka peroleh dari AI, untuk membentuk pemahaman dan penalaran yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Mansur dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin 25 November 2024.

Yang terpenting, menurut Mansur, bukan hanya jawaban akhir yang menjadi tujuan melainkan bagaimana siswa bisa menjelaskan untuk mendapatkan jawaban tersebut.

Dalam hal ini, AI berperan mendampingi siswa untuk melatih penalaran dan pemahaman mereka terhadap tahapan pemecahan soal matematika, tanpa perlu merasa rendah diri jika perlu bertanya berulang kali atau memiliki kecepatan pemahaman berbeda dengan siswa lainnya.

Dengan pendekatan ini, ia menginspirasi siswa agar mampu melihat bahwa matematika bukan hanya sebagai kumpulan rumus, tetapi sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir analitis dan logis.

Tak hanya Mansur, Marheni Widya Retna yang merupakan guru kelas 6 di SD Negeri Sendangmulyo 04, Semarang, Jawa Tengah, memanfaatkan fitur Reading Progress pada Microsoft Teams untuk meningkatkan minat literasi dan keterampilan membaca murid terhadap teks berbahasa Inggris.

Dengan menggunakan Reading Progress, Marheni mengatakan bahwa dirinya bisa memperoleh teks berbahasa Inggris yang lebih variatif untuk diperkenalkan kepada anak-anak. Dengan begitu, siswa mendapatkan bacaan yang baru dan menarik serta tidak membosankan.

Kemudian, tiga guru asal Probolinggo, Jawa Timur, yaitu Fafan Adisumboro, Suci Romadani, dan Sigit Hadi W juga mengambil langkah inovatif dalam mengajarkan keterampilan berpikir kritis kepada siswa melalui penerapan AI.

baca juga

Ketiga guru ini memperkenalkan konsep “AI Miss You” (artificial intelligence untuk meningkatkan bernalar kritis siswa yang original dan unik) dengan metode pembelajaran “Tebalkan” (temukan, bayangkan, lakukan, dan bagikan).

Para siswa diajak menggunakan teknologi AI, seperti Microsoft Copilot dan Designer, untuk mengeksplorasi topik pembelajaran tertentu, membayangkan ide secara kreatif, mengimplementasikan ide secara praktis, serta membagikan hasil karya mereka.

Selama beberapa bulan terakhir, mereka mempraktikkan langsung metode “Tebalkan” pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Para siswa diajak untuk mengolah daun mangga menjadi teh herbal dan meminta mereka untuk menemukan resep serta cara terbaik pengolahannya dengan menggunakan AI. Daun mangga dipilih karena mangga merupakan tanaman pangan khas daerah di Probolinggo.

“Dengan menggunakan teknologi AI, para siswa melakukan komparasi dari setiap percobaan agar mendapatkan cara bagaimana menghasilkan teh berbahan dasar daun mangga dengan cita rasa terbaik. Di sini, guru berperan dalam melakukan bimbingan serta memperkuat pemahaman mereka dalam berinovasi,” kata Suci.

Fafan, Suci, dan Sigit awalnya merupakan peserta program pelatihan AI TEACH yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia dan didukung oleh Microsoft. Mereka menjadi salah satu tim pemenang ajang hackathon AI TEACH tingkat Asia Tenggara.

Ketiganya tidak hanya berperan sebagai fasilitator teknologi, melainkan juga sebagai pendamping yang memberikan arahan dan dukungan moral bagi siswa.

Ketiganya juga memastikan bahwa AI dapat memperkuat peran mereka sebagai pendidik dan bukan menggantikan fungsi pendidik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netizen RI Nyinyir Oxford United Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional Pakai Bahasa Jawa, Salahnya Apa?

Netizen RI Nyinyir Oxford United Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional Pakai Bahasa Jawa, Salahnya Apa?

Bola | Senin, 25 November 2024 | 13:12 WIB

Ironi Hari Guru: Gubernur Bengkulu Manfaatkan Gaji Guru Honorer untuk Pilkada 2024

Ironi Hari Guru: Gubernur Bengkulu Manfaatkan Gaji Guru Honorer untuk Pilkada 2024

Lifestyle | Senin, 25 November 2024 | 12:48 WIB

TOK! Guru Supriyani Divonis Bebas, Tak Terbukti Lakukan Kekerasan Anak

TOK! Guru Supriyani Divonis Bebas, Tak Terbukti Lakukan Kekerasan Anak

News | Senin, 25 November 2024 | 11:21 WIB

Terkini

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:39 WIB

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 07:38 WIB

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter

Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 07:34 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 07:29 WIB

3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 07:26 WIB

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 30 September 2026, Jujur Bisa Buka Peluang Baru

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 30 September 2026, Jujur Bisa Buka Peluang Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:25 WIB

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

×