Proses ini disebut koagulasi, yang membuat tetesan air sedikit membesar. Tapi ukuran ini terbatas, karena jika terlalu besar, tetesan akan pecah lagi di udara akibat gaya hambat.
Selain itu, tetesan hujan yang lebih besar sering bertabrakan dengan tetesan lain di perjalanannya. Kadang mereka menyatu, membentuk tetesan yang lebih besar.
Namun, sebagian justru pecah menjadi tetesan lebih kecil. Bahkan listrik di atmosfer memainkan peran dalam memastikan tetesan air tetap menyatu setelah bertabrakan.
Mengapa Hujan Tidak Turun Sebagai Aliran Besar?
Bayangkan jika semua air di awan turun sekaligus sebagai satu aliran besar. Itu hampir mustahil karena sifat-sifat fisik air dan interaksi dengan udara.
Tetesan kecil lebih stabil dan mudah ditahan oleh gaya angin serta arus udara di atmosfer. Akibatnya, air hujan turun perlahan sebagai tetesan kecil, memberikan waktu bagi tanah untuk menyerap air tanpa membanjiri bumi secara langsung.
Jadi, setiap tetes hujan adalah bukti keseimbangan sempurna di alam. Mulai dari partikel debu kecil hingga gaya fisika di atmosfer, semuanya berperan agar hujan tetap turun dengan cara yang membuat kita tetap nyaman di bawah payung!
Baca Juga: Misteri Kepunahan Hewan Raksasa Terungkap! Ini 6 Penyebabnya