Kominfo Tuntut X Segera Buka Kantor di Indonesia

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 16 Oktober 2024 | 16:59 WIB
Kominfo Tuntut X Segera Buka Kantor di Indonesia
Dirjen Aptika Kominfo Hokky Situngkir saat ditemui di Djakarta Theater, Rabu (16/10/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendesak X, media sosial milik Elon Musk yang sebelumnya dikenal dengan nama Twitter, untuk membuka kantor di Indonesia.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo, Hokky Situngkir mengaku sudah meminta perwakilan X untuk segera memiliki perwakilan di Tanah Air.

"Iya itu yang kami minta, kami tuntut dari mereka," kata Hokky saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (16/10/2024).

Ia mengklaim kalau saat ini Kominfo masih terus melakukan komunikasi dengan media sosial milik Elon Musk tersebut. Menurutnya, ini adalah bentuk tanggung jawab mereka dalam mengoperasikan layanannya di Indonesia.

Dengan demikian Kominfo bisa lebih leluasa berkoordinasi dengan X untuk menangani konten negatif apabila memiliki kantor di Indonesia.

"Bagaimana pun kan dia juga bertanggung jawab sama ini, karena enggak ada kan platform yang juga pengin platform dia jadi tempat menyebarnya misinformasi dan hoaks kan? Enggak ada yang mau," ketus dia.

Sebelumnya Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria mengaku sudah menyurati X untuk segera buka kantor di Indonesia. 

Wamenkominfo menyebut, pelayangan surat peringatan ini diharapkan agar pihak X mau mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia. 

"Ya kami sudah beri surat ke X, dan kami harapkan pokoknya mereka memenuhi semua ketentuan yang ada di sini lah. Regulasi yang dibuat di Republik ini," kata Nezar saat ditemui di acara Peresmian Gedung Transformasi Digital di Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta, Jumat (11/10/2024). 

Baca Juga: Strategi TikTok Indonesia Tangkal Hoaks Selama Pilkada Serentak 2024

Nezar mengaku kalau pihak X sudah menindaklanjuti permintaan dari Kominfo. Hanya saja mereka masih menunggu waktu terkait keputusan akhir. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI