RK Beri Alasan Mengapa Unggah Cuitan Julid ke Orang Jakarta: Dulu, 15 Tahun Lalu...

Senin, 26 Agustus 2024 | 14:42 WIB
RK Beri Alasan Mengapa Unggah Cuitan Julid ke Orang Jakarta: Dulu, 15 Tahun Lalu...
Cuitan lawas Ridwan Kamil dinyinyiri netizen. (X)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ridwan Kamil (RK) ramai mendapat nyinyiran netizen bersamaan dengan viralnya tagar #KawalPutusanMK. Mantan Gubernur Jawa Barat ini akhirnya buka suara terkait alasan mengapa ia mengunggah cuitan julid tentang orang Jakarta beberapa tahun lalu.

Sebagai informasi, lebih dari 5 cuitan julid RK tentang karakter orang Jakarta viral lagi di X. Kumpulan jejak digital Ridwan Kamil bahkan dibuat utas khusus oleh akun @RomitsuT sehingga makin viral.

Postingan yang diunggah oleh RK ternyata berumur lebih dari 10 tahun. Ridwan Kamil mencuitkan bahwa beberapa sifat seperti tengil, gaul, dan songong (sombong) merupakan bagian dari karakter orang Jakarta. "Tengil, gaul, glamor, songong, pelit, gengsian, egois, pekerja keras, tahan banting, pamer, hedon. Itu karakter orang JKT," cuit Ridwan Kamil pada 06 Juni 2011.

Cagub Jakarta ini lantas mencoba menghapus postingan meski masih terdeteksi di database Google dan X. Cuitan memang telah dihapus mengingat X memberikan notifikasi bertuliskan "Hmm...this page doesn’t exist. Try searching for something else," saat tautan tersebut diklik.

Meski begitu, ini mengindikasikan bahwa tangkapan layar yang beredar memang benar merupakan cuitan lawas Ridwan Kamil.

Cuitan lawas Ridwan Kamil masih tersimpan di X dan Google. (ist)
Cuitan lawas Ridwan Kamil masih tersimpan di X dan Google. (ist)

Ridwan Kamil Buka Suara dan Meminta Maaf

Ridwan Kamil mengungkap bahwa 12 hingga 15 tahun lalu dirinya merupakan orang yang berekspresi secara bebas. Menurut RK, ia saat itu belum menjadi pejabat publik.

"TWIT-TWIT LAMA. Dulu 12-15 tahun yang lalu sebelum jadi pejabat publik, saya memang aktif bermain Twitter (sekarang X). Sebagaimana nature-nya platform tersebut, saya berekspresi secara bebas. Kadang penuh kritik pedas, kadang nyindir, sering juga nyinyir. Sering saya katakan di mana-mana, dulu saya adalah netizen yang marah—bahkan julid," tulis Ridwan Kamil melalui postingan X yang diunggah Minggu (25/08/2024).

Ridwan Kamil lantas bercerita bahwa takdir membawanya ke proses hidup yang lebih kompleks. Hal tersebut membuat ia menjadi lebih bijaksana dan sadar.

Baca Juga: Kehilangan 200 Ribu Follower dan Viewer, Gerakan Boikot Raffi Ahmad Berhasil?

"Tapi kemudian takdir membawa saya ke proses hidup yang lebih kompleks. Pada gilirannya Allah menakdirkan saya menjadi pejabat publik, dari walikota sampai gubernur. Saya giliran balik dikritik, disindir, dinyinyiri di media sosial. Saya sering melihat diri saya yang dulu, netizen yang marah tadi. Bikin saya tersenyum dan sadar. Konon setiap orang akan melewati fase-fase jadi tukang protes, anak muda yang rebel penuh kritik dan sinisme. Tapi semua orang juga berproses, harus menjadi lebih bijaksana dan tahu diri," tambah RK.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI