Kaspersky: Dua Serangan Siber Ini Bakal Jadi Tren dan Target di 2024

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 12 Agustus 2024 | 10:37 WIB
Kaspersky: Dua Serangan Siber Ini Bakal Jadi Tren dan Target di 2024
Igor Kuznetsov, Direktur, Tim Riset & Analisis Global (GReAT) di Kaspersky dalam Kaspersky Cyber Security Weekend, Sri Lanka, belum lama ini. [Suara.com/Dythia Novianty]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Menurutnya, hal ini justru bertentangan dengan pendapat umum.

Pada dasarnya, sebagian besar insiden dunia maya merupakan serangan oportunistik sementara banyak geng ransomware benar-benar bekerja sama dengan afiliasi seperti halnya bisnis, melakukan ransomware as a service (RaaS).

Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan penjahat dunia maya untuk menyatukan keahlian mereka, membuat serangan ransomware lebih canggih dan sulitas untuk dilawan.

Hal ini sekaligus memastikan seluruh proses dari pelanggaran awal hingga pencucian dana ditangani oleh spesialis di setiap tahap.

Ia memperingatkan bahwa meskipun tebusan dibayarkan, data tersebut mungkin telah dicuri dan dapat dibocorkan nanti atau digunakan untuk upaya pemerasan lebih lanjut.

Igor Kuznetsov, Direktur, Tim Riset & Analisis Global (GReAT) di Kaspersky dalam acara Kaspersky CSW, Sri Lanka, belum lama ini. [Suara.com/Dythia Novianty]
Igor Kuznetsov, Direktur, Tim Riset & Analisis Global (GReAT) di Kaspersky dalam acara Kaspersky CSW, Sri Lanka, belum lama ini. [Suara.com/Dythia Novianty]

Sebaliknya, Igor menyoroti solusi alternatif, dimana korban sering kali dapat memulihkan data mereka tanpa membayar.

"Kaspersky menyimpan brankas kunci dan alat untuk mendekripsi data yang dikunci oleh berbagai keluarga ransomware. Sejak 2018, lebih dari 1,5 juta pengguna di seluruh dunia telah berhasil memulihkan data mereka menggunakan sumber daya ini," terangnya.

Dia juga mengungkapkan serangan siber yang terjadi sejak Januari hingga Juli 2024 ini.

Tercatatkan sebanyak 1,29 juta ransomware ditemukan Kaspersky dan sebanyak 340 juta ancaman lokal yang berasal dari USB dan lainnya berhasil dihentikan.

Selain itu, sebanyak 2,76 juta kata sandi terdeteksi telah dicuri oleh penjahat siber.

Baca Juga: Imbas Serangan Hacker, Proyek Pusat Data Nasional Rp 2,7 T Baru Beroperasi Tahun Depan

Dari jumlah serangan, lima negara di dalam wilayah Asia Pasifik menjadi sasaran empuk para penjahat siber dalam masa tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI