Suara.com - Pengumuman mundurnya Dirjen Aptika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, menuai tanggapan dari berbagai pihak.
Para pengamat pun memberikan pandangan dari keputusan Semuel yang secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sejak 1 Juli 2024, usai Pusat Data Nasional (PDN) mengalami serangan Ranskmware belum lama ini.
Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi melihat bahwa apa yang terjadi dengan PDN bukan main-main.
Menurutnya, PDN bukan sekadar pusat data, tapi jadi jantung layanan publik pemerintah di era digital ini.
"Sehingga, kesalahan perencanaan, tata kelola maupun operasional PDN, seyogyanya ada yang bertanggung jawab," tegasnya kepada Suara.com, Kamis (4/7/2024).
Meskipun begitu, dia menilai jika pengumuman pengunduran diri Semuel dapat diterima.
![Direktur Eksekutif ICT Indonesia Heru Sutadi dalam Seminar Disrupsi Telekomunikasi: Beradaptasi atau Tenggelam? di Jakarta, Rabu (5/2/2020). [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/05/56691-direktur-eksekutif-ict-indonesia-heru-sutadi.jpg)
"Kita tentu dapat menerima dengan keputusan mundur salah satu pejabat di Kominfo karena merasa bertanggung jawab dengan kejadian ini," kata Heru Sutadi.
Dia menambahkan, pengumuman pengunduran diri Semuel itu juga masih menanti persetujuan atau tidaknya oleh Menkominfo dan Presiden Joko Widodo.
"Pak Presiden sudah menyampaikan bahwa soal ini sudah dievaluasi semua. Tinggal kita nantikan saja hasil evaluasi nya, termasuk pergantian pejabat," ungkapnya.
Baca Juga: Gaji dan Tunjangan Semuel Pangerapan, Dirjen Aptika Kominfo Mengundurkan Diri Buntut PDNS Diretas
Sebab, dia menambahkan, Menteri, Kepala Lembaga bahwa Dirjen kan merupakan domain Presiden untuk keputusan pengangkatan dan termasuk pemberhentiannya.