Norton Safe Web juga menampilkan ulasan komunitas tentang situs tersebut sehingga pengguna dapat membaca apa yang dikatakan pengguna lain tentang situs tersebut.
2. Google Transparency Report
Google Transparency Report memanfaatkan teknologi Safe Browsing Google untuk memeriksa miliaran tautan setiap hari untuk mencari situs yang tidak aman.
Situs ini mengungkap ribuan situs baru yang tidak aman, banyak di antaranya sah namun telah disusupi. Hal ini bisa terjadi ketika sebuah situs terinfeksi virus bahkan pemilik situs mungkin tidak menyadarinya.
Untuk memeriksa apakah suatu tautan aman atau berbahaya, sambungkan ke alat online gratis, dan jika pemeriksa tautan mendeteksi situs yang tidak aman, itu akan menampilkan peringatan.
3. URLVoid
URLVoid adalah pemeriksa reputasi situs web yang membantu pengguna mendeteksi situs web yang berpotensi berbahaya. Layanan ini dapat mengukur reputasi dan keamanan online tautan atau situs web, mengidentifikasi apakah situs tersebut pernah terlibat dalam insiden phishing atau malware, dan mendeteksi perilaku jahat atau penipuan.
URLVoid memfilter tautan di lebih dari 30 reputasi situs web online dan mesin daftar hitam. Pengguna juga mendapatkan laporan keamanan yang berisi detail situs web, termasuk alamat IP, tanggal pembuatan domain, lokasi server, dan status daftar hitam.

4. ScanURL
Baca Juga: Maksimalkan Perlindungan Siber bagi Bisnis Kecil-Menengah, IntelliBro Resmi Diluncurkan
ScanURL membantu memberi tahu pengguna tentang situs yang berpotensi menipu, mencurigakan, atau berbahaya sehingga pengguna dapat menjelajahi web dengan lebih aman. Layanan ini memeriksa malware, phishing, virus, dan reputasi buruk menggunakan layanan pihak ketiga seperti Web of Trust, Google Safe Browsing Diagnostic, dan Phish Tank.