Namun, meskipun RoboShadow mengidentifikasi port yang terbuka, RoboShadow tidak memberikan informasi mendalam terkait ancaman peretasan.

3. SnoopSnitch
SnoopSnitch oleh Security Research Labs menyelidiki firmware ponsel untuk menentukan patch keamanan Android yang terpasang dan hilang.
Pengguna juga mendapatkan ringkasan grafis singkat tentang jaringan terdekat mana yang relatif lebih aman dari penyadapan dan peniruan identitas oleh peretas.
Dengan chip Qualcomm MSM yang lebih lama, pengguna mendapatkan fitur pengujian penetrasi yang lebih canggih, seperti serangan SMS & SS7 dan stasiun pangkalan palsu (serangan IMSI.)
4. Trustd
Trustd Mobile Security menggunakan pembelajaran mendalam untuk memindai aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel pengguna.
Aplikasi ini juga melacak jaringan WiFi berbahaya dan agen phishing, namun fokus utamanya adalah terus mengawasi aplikasi yang pengguna instal di perangkat. Jika pengguna khawatir karena aplikasi yang tidak dikenal tiba-tiba mendapatkan akses ke kamera ponsel, mikrofon, dan hal-hal penting lainnya, Trustd akan memperingatkan pengguna tentang aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh spyware, ransomware, dan penyerang lainnya.
Sayangnya, antarmuka aplikasi ini memperlihatkan terlalu banyak informasi di bawah dasbor. Selain itu, fitur pemindaian jaringan WiFi tampaknya rusak pada tahap penyiapan.
Baca Juga: Terganggu Iklan di HP Android? Ini Cara Memblokir yang Ampuh
5. IoPT