XL Axiata Catatkan ARPU Tertinggi di Q1 2024, Didorong Trafik Data dan Pelanggan Loyal

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 30 April 2024 | 07:37 WIB
XL Axiata Catatkan ARPU Tertinggi di Q1 2024, Didorong Trafik Data dan Pelanggan Loyal
Ilustrasi XL Axiata. [XL Axiata]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil mengawali tahun 2024 dengan kinerja solid karena berhasil mencetak kenaikan blended ARPU (average revenue per user) tertinggi hingga saat ini.

Disebutkan, peningkatan ARPU menjadi Rp44.000 yang disebabkan penggunaan layanan sehingga trafik meningkat sebesar 3,2 persen dibandingkan Q4 2023 serta 18 persen dibandingkan Q1 2023.

Selain itu, total jumlah pelanggan berkualitas meningkat dari Q4 2023, yaitu menjadi sebanyak 57,6 juta.

Baca Juga: Starlink Siap Masuk Indonesia, Ini Kata XL Axiata

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, periode kuartal pertama (Q1) 2024 tahun ini sangat spesial karena perusahaan berhasil meraih pendapatan data yang positif dibandingkan kuartal sebelumnya (Q4 2023) setelah di beberapa tahun terakhir kuartal pertama biasanya datar saja.

"Pertumbuhan pendapatan data di kuartal ini tidak terlepas dari keberhasilan kami mempertahankan harga layanan ditengah semaraknya momentum Pemilihan Umum serta Ramadan sehingga bisa meningkatkan trafik data," ucapnya dalam keterangan resminya, Selasa (30/4/2024).

Total biaya operasional berkurang hingga 8 persen dibandingkan Q4 2023.

CEO PT XL Axiata, Dian Siswarini. [XL Axiata]
CEO PT XL Axiata, Dian Siswarini. [XL Axiata]

Penurunan biaya operasional yang signifikan ada pada beban penjualan dan pemasaran (sales and marketing) dan biaya infrastruktur.

Penurunan beban penjualan dan pemasaran juga didorong oleh peningkatan penggunaan sarana digital aplikasi MyXL dan AXISnet.

Baca Juga: Nokia Memperkuat Jaringan 5G XL Axiata di Indonesia

Hingga akhir Maret 2024, kedua aplikasi tersebut memiliki total pengguna aktif per bulannya hingga sebanyak 30,3 juta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI