Suara.com - Kerentanan pada robot mainan pintar yang populer dapat menjadikan anak-anak sebagai sasaran potensial penjahat dunia maya, demikian temuan para peneliti Kaspersky.
Keretanannya memungkinkan peretas mengambil kendali sistem mainan dan menyalahgunakannya untuk berkomunikasi secara diam-diam dengan anak-anak melalui obrolan video tanpa izin orang tua.
Risiko yang dapat membahayakan mencakup pengambilan detail sensitif seperti nama pengguna, jenis kelamin, usia, dan bahkan lokasi mereka.
Robot berbasis Android yang dirancang untuk anak-anak dilengkapi dengan kamera video dan mikrofon internal.
Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengenali dan berinteraksi dengan anak-anak berdasarkan nama.
Kemudian, menyesuaikan responsnya berdasarkan suasana hati anak, serta secara bertahap mengenal mereka seiring berjalannya waktu.
![Ilustrasi perlindungan data pribadi. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/30/20732-ilustrasi-perlindungan-data-pribadi.jpg)
Untuk menjelajahi potensi mainan secara maksimal, orang tua diharuskan mengunduh aplikasinya ke perangkat seluler mereka.
Melalui aplikasi ini, orang tua dapat memantau perkembangan aktivitas belajar anak bahkan melakukan panggilan video dengan anak melalui robot.
Selama pengaturan awal, orang tua diinstruksikan untuk menghubungkan mainan tersebut ke jaringan Wi-Fi, selanjutnya menghubungkannya ke perangkat seluler mereka, kemudian memberikan nama dan usia anak.
Baca Juga: Saingi Sony, Tecno Rilis Robot Anjing di MWC 2024
Selama fase ini, para ahli Kaspersky telah menemukan masalah keamanan yang mengkhawatirkan, yakni API (Application Programming Interface).