Fitur ini memungkinkan kontrol aperture yang senyap dan intuitif dengan torsi halus, ideal untuk menyesuaikan eksposur dan efek bokeh selama perekaman video.
Berkat optimalisasi kontrol optik, mekanis, dan elektrik yang baik termasuk penerapan Dual Nano USM yang bisa digerakkan secara individual.
Lensa ini juga menawarkan kontrol yang lebih baik terhadap pergerakan autofocus yang cenderung terjadi selama zoom.
Sehingga pengguna dapat menikmati autofocus yang lebih stabil dan konsisten saat melakukan zoom saat proses merekam video atau pengambilan gambar burst kecepatan tinggi.
Ada juga built-in image stabilizer (IS) Optik yang mampu mengoreksi guncangan kamera hingga 5,5 stop dan jika dikombinasikan dengan bodi kamera yang memiliki In-Body IS, performa meningkat hingga 8 stop.
Sehingga mampu menghasilkan gambar yang tajam dan stabil, bahkan pada kecepatan shutter speed yang lambat.
![Logo Canon. [Toshifumi Kitamura/AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/07/91480-logo-canon.jpg)
Lensa ini semakin tangguh karena dilengkapi dengan struktur bodi yang tahan akan debu, cipratan air, serta flourine coating pada elemen depan lensa untuk mencegah goresan, debu menempel dan memudahkan para penggunanya untuk membersihkan elemen depan lensa.
RF200-800 f/6.3-9 IS USM
Lensa zoom super telephoto mounting RF pertama dari Canon yang memiliki focal length hingga 800mm berukuran portabel.
Baca Juga: Canon Catatkan Pertumbuhan Penjualan Kamera 7,2 Persen di 2023
Jika digunakan dengan RF Extender 2x, cakupan lensa diperluas hingga 1600mm (2560mm pada kamera APS-C) cocok digunakan untuk genre olahraga, wildlife dan astrofotografi.