Sementara untuk satelit LEO, sebagai satelit yang paling dekat dengan bumi berjarak sekitar 500-1200 kilometer.
Sateit ini membawa keunggulan transmisi data menjadi lebih rendah sehingga dapat menawarkan kecepatan jaringan telekomunikasi yang lebih baik.
Sebagai informasi, Satria-1 yang merupakan High-Throughput Satellite (HTS) berkapasitas 150 Gbps.
Satria-1 diluncurkan pada akhir Juni 2023 dan menggunakan skema KPBU.
![Ilustrasi satelit. [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2014/12/29/o_19aa73mrp110im9rk9d17ae16kga.jpg)
Sementara commercial operation date-nya pada 2 Januari 2024.
Sementara satelit Satria-2 akan dibangun dalam bentuk twin satellite yakni Satria 2A dan 2B, yang akan memberikan kapasitas 300 Gbps agar layanan internet yang tersedia semakin andal dan cepat.
Sebelumnya, Satria-2 diperkirakan akan membutuhkan investasi sebesar 884 juta dolar AS atau sekitar Rp13,7 triliun.
Pada awalnya satelit itu dirancang akan mengikuti pendahulunya yaitu Satria-1 yang mengadopsi satelit GEO.
Baca Juga: Melihat Peluang Bisnis Satelit di Indonesia