Berikut ini tips praktis dari psikolog Putu Andani, untuk para parent di rumah untuk mengatur penggunaan gadget untuk anak.
1. Ciptakan zona bebas gadget di rumah
Orang tua dapat memberikan sosialisasi aturan yang jelas mengenai zona bebas gadget, misalnya, semua gadget disimpan di keranjang ketika makan bersama di meja makan atau ketika sedang berada di kamar tidur.
Aturan tersebut bukan hanya berfungsi untuk mengurangi durasi screen time melainkan juga dapat memicu terciptanya lebih banyak interaksi antar anggota keluarga.
Misalnya, dengan kamar tidur sebagai zona bebas gadget, anak akan minim kesempatan untuk berlama-lama sendirian di kamar tidur karena cenderung akan merasa bosan.
![Galaxy Tab A9+ Kids Edition. [Samsung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/26/80852-galaxy-tab-a9-kids-edition.jpg)
Ketika lebih banyak kegiatan dilakukan di ruang keluarga, anak juga menjadi lebih aktif dan lebih banyak berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya.
2. Edukasikan pentingnya kegiatan fisik, bukan hanya pada limitasi screen time
Seringkali, karena fokus orangtua adalah pada bahaya dari penggunaan screen time berlebih, edukasi kepada anak lebih banyak ditekankan pada dampak buruk dari penggunaan screen time berlebih dan batasan durasi penggunaannya.
Ada baiknya, orangtua juga memberikan edukasi mengenai kegiatan yang dapat dilakukan serta mengapa melakukan berbagai kegiatan fisik itu penting.
Baca Juga: Turun hingga Rp 2 Jutaan, Ini Update Harga Samsung Galaxy A52 Desember 2023
Cara ini dapat membantu anak dan orangtua untuk fokus bukan hanya kepada apa yang tidak boleh dilakukan namun apa yang dapat kita lakukan bersama.