Startup ini juga telah bekerja sama dengan 80 lembaga kesehatan dan melayani lebih dari ratusan kebutuhan Shifting di rumah sakit dan seribu pasien yang membutuhkan homecare di Jabodetabek.
“Di HealthPro, proses verifikasi dan seleksi staf homecare adalah prosedur yang sangat ketat dan terstruktur," tambah Rendy dalam temu media bertajuk “Revolutionizing Home Healthcare: Balancing Technology and Human Touch in Patient Care”.
Dia menjelaskan, setiap kandidat harus melewati serangkaian pemeriksaan latar belakang yang komprehensif, mulai dari verifikasi kualifikasi akademik, referensi kerja, dan sebagainya.
"Kami juga mengadakan wawancara mendalam untuk menilai kompetensi profesional, keterampilan interpersonal, hingga pengalaman kerja kandidat," ujarnya, Selasa (21/11/2023).
![Layanan Healthpro. [Tangkapan layar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/21/70234-layanan-healthpro.jpg)
Setelah terpilih, dia menambahkan, para staf menjalani pelatihan berkala untuk memastikan mereka selalu up to date dengan standar perawatan terbaru.
“Sebagai salah satu alumni program Startup Studio Indonesia Batch ke-7 dari Kominfo, HealthPro adalah contoh startup muda yang perlu terus didukung dan dikembangkan lebih jauh," kata Slamet Santoso, Direktur Pemberdayaan Informatika, Kominfo RI.
Kedepannya, HealthPro menetapkan target ambisius untuk terus memperluas jangkauan database hingga mencapai 50.000 tenaga kerja medis di seluruh Indonesia.
HealthPro berharap perpaduan teknologi dan sentuhan personal manusia bisa memberikan akses perawatan kesehatan yang lebih baik bagi siapa saja.
Baca Juga: Bikin Mudah Pekerja Lepas, Sribu Luncurkan Platform Terbaru