Suara.com - Menteri Komunikasi dan informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi akan mengundang operator seluler di Indonesia untuk mendiskusikan soal insentif jaringan 5G.
"Lagi kita bahas. Nanti minggu depan kita akan diskusi dengan operator seluler," katanya di sela-sela acara Launching Literasi Digital Keluarga Besar TNI di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2023).
Menkominfo menyebut ada dua isu yang menjadi fokus untuk infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air. Pertama adalah jangkauan, kedua yakni kualitas.
Budi Arie berpendapat kalau internet 5G ini harus merata di seluruh Indonesia. Tapi itu juga tidak serta merta melupakan kualitas kecepatan.
"Harus merata di seluruh Indonesia dan kualitas kecepatan internet kita harus tinggi," imbuhnya.
Dicontohkan dia, masih ada beberapa daerah di Indonesia yang memiliki kualitas jaringan buruk. Bahkan daerah tersebut juga tidak ada sinyal.
![Internet 5G. [Ericsson]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/16/96614-internet-5g.jpg)
"Kalau kita ke daerah-daerah, internetnya masih lambat dan sinyalnya masih kurang, coverage dan quality-nya," tandasnya.
Sebelumnya Kementerian Kominfo tengah menyiapkan insentif untuk implementasi teknologi jaringan telekomunikasi 5G di Indonesia.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan hal itu sebagai langkah strategis agar jaringan 5G dapat dioptimalkan untuk peningkatan kecepatan internet di Indonesia yang lebih baik.
Baca Juga: Kampung Tanpa Internet Itu Kini Jadi Pionir Akses Jaringan Tanpa Batas
"Jadi negara investasi dulu tidak usah bayar sehingga bisa lebih murah operator mau melakukan investasi dalam jumlah yang besar," kata Budi Arie dalam siaran pers yang terbit 28 September 2023 kemarin.