Luffy percaya bahwa membunuh musuhnya hanya akan membuat mereka lepas dari tanggung jawab atas perbuatan mereka.
Luffy lebih memilih untuk menghancurkan mimpi dan kepercayaan musuhnya sebagai bentuk hukuman yang lebih pantas dibandingkan kematian.
Hal ini dijelaskan oleh Eiichiro Oda, sang mangaka One Piece, dalam sesi tanya jawab dengan penggemar.
Oda mengatakan bahwa di era sekarang, orang-orang hidup dengan rasa percaya mereka dan rela mengorbankan nyawa mereka demi mempertahankan kepercayaan tersebut.
Ketika Luffy bertarung dengan musuhnya, ia merusak kepercayaan musuhnya itu. Dan ketika kepercayaan musuhnya hancur, mereka akan merasakan kehancuran seperti kematian.
3. Adanya kemungkinan musuh menjadi kawan
Alasan terakhir mengapa Luffy tidak pernah membunuh musuhnya adalah karena adanya sebuah harapan.
Luffy memiliki harapan bahwa beberapa musuhnya yang memiliki potensi bisa menjadi kawan atau sekutunya di masa depan.
Luffy tidak mau membunuh orang-orang yang mungkin bisa berguna atau bermanfaat bagi dirinya atau teman-temannya.
Baca Juga: Baru Rilis, Film One Piece Ditonton 28,5 Juta Kali Selama 4 Hari
Hal ini pernah terjadi pada beberapa karakter di One Piece, seperti Crocodile dan Jinbei. Crocodile adalah mantan musuh Luffy yang pernah ia kalahkan di Alabasta, namun kemudian ia membantu Luffy menyelamatkan Ace di Marineford.