Waspada Kode QR Palsu dan Cara Antisipasinya

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 07 September 2023 | 08:00 WIB
Waspada Kode QR Palsu dan Cara Antisipasinya
Ilustrasi pembayaran dengan kode QR (Pexels/iMin Technology)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kode QR kini sudah menjadi tren untuk berbagai tujuan seperti cara cepat melakukan pengisian survei, mengunduh hal-hal bermanfaat, dan mengunjungi situs web yang diminati.

Namun kenyamanan tersebut masih menyembunyikan kerentanan yang signifikan. Dibandingkan dengan tautan reguler, jebakan penjahat siber dapat ditemukan dengan mudah.

Tanda bahayanya sudah diketahui, seperti kesalahan ketik atau karakter tambahan di alamat situs, pengalihan terselubung, zona domain aneh, dan sebagainya.

Kaspersky kali ini menjelaskan bagaimana kotak yang tampak tidak berbahaya tersebut dapat menimbulkan ancaman.

Contoh yang dimaksud adalah kisah seorang perempuan yang kehilangan hingga 20.000 Dolar AS karena memindai kode QR saat membeli bubble tea.

Banyak yang menjumpai promo kedai kopi seperti hanya dengan mengisi survei maka pelanggan akan mendapatkan minuman gratis atau diskon pembelian.

Ilustrasi kode QR. (Claudio Schwarz / Unsplash)
Ilustrasi kode QR. (Claudio Schwarz / Unsplash)

Hal ini sering kali mengharuskan kamu memindai kode QR di konter. Hal itulah yang juga dipikirkan oleh seorang warga Singapura berusia 60 tahun.

Untuk mendapatkan secangkir bubble tea gratis, dia memindai stiker kode QR di kaca pintu kedai kopi. Ternyata stiker tersebut telah dieksploitasi.

Kode penipuan tersebut berisi tautan untuk mengunduh aplikasi Android pihak ketiga, yang menurutnya dapat digunakan untuk mengikuti survei.

Baca Juga: Sasaran Empuk Penjahat Siber, Pengamanan Data Pemilu Jadi Tantangan Tersendiri

Namun, nyatanya itu merupakan aplikasi berbahaya. Setelah diinstal, program meminta akses ke kamera dan mikrofon, dan untuk mengaktifkan layanan aksesibilitas Android.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI