Beberapa organisasi hak-hak perempuan dan konservatif kemungkinan akan kembali menyuarakan penentangan mereka terhadap penggunaan boneka seks.
Mereka mengatakan, mereka memperdalam objektifikasi seksual perempuan dan merusak moral publik.
Lee Sang-jin, mantan kepala perusahaan lokal yang mengimpor boneka seks, menyambut baik keputusan dinas bea cukai.
“Ini keputusan yang masuk akal meski agak terlambat,” kata Lee dilansir laman Channel News Asia, Selasa (27/12/2022).
“Kami pikir hak rakyat kami untuk mencari kebahagiaan dan menggunakan (boneka seks) dalam kehidupan pribadi mereka telah dibatasi oleh negara," tambahnya.

Ada berbagai jenis orang yang menggunakan (boneka seks), termasuk mereka yang terasing secara seksual atau mereka yang membutuhkannya untuk tujuan artistik,” ujar dia,
Otoritas Korea Selatan tidak menindak penjualan boneka seks buatan dalam negeri, tetapi kualitasnya secara umum lebih rendah daripada yang dibuat di luar negeri, kata Lee.
Lee mengatakan bekas perusahaannya telah mengambil kembali lebih dari 20 boneka seks dari petugas bea cukai melalui tuntutan hukum.
Baca Juga: Aktris Inggris Katy Louise Saunders Diduga sebagai Pacar Baru Song Joong Ki