Suara.com - Group-IB, salah satu vendor keamanan siber, telah mengidentifikasi 34 kelompok berbahasa Rusia yang mendistribusikan malware info stealer (pencuri info) yang menggunakan model stealer-as-a-service (saas).
Para penjahat siber pada umumnya menggunakan Racoon stealer dan RedLine stealer untuk memperoleh kata sandi dari akun-akun game di Steam dan Roblox, kredensial di Amazon dan PayPal, serta catatan pembayaran dan kredensial dompet kripto pengguna.
Dalam tujuh bulan pertama pada 2022, gerombolan tersebut secara keseluruhan menginfeksi lebih dari 890.000 perangkat pengguna dan mencuri lebih dari 50 juta kata sandi.
Semua kelompok yang teridentifikasi mengelola serangan-serangannya melalui grup Telegram berbahasa Rusia, meskipun target utamanya para pengguna di Amerika Serikat, Brasil, India, Jerman, dan Indonesia.
Pada 2022, malware info stealer telah berkembang menjadi salah satu ancaman digital yang paling serius.
Lulusan Classiscam
Dengan melacak evolusi skema penipuan Classiscam yang terkenal, para analis Digital Risk Protection Group-IB mengungkapkan cara beberapa “pekerja” (penipu online kelas rendah), mulai beralih menggunakan skema kejahatan yang lebih berbahaya yang melibatkan pendistribusian info stealer.
Selain itu, bisnis gelap para pencuri, yang dikoordinasi melalui grup Telegram, menggunakan model operasional yang sama persis dengan Classiscam.
Info-stealer adalah sejenis malware yang mengumpulkan kredensial yang tersimpan dalam peramban (termasuk akun game, layanan email, dan media sosial), detail kartu bank, dan informasi dompet kripto dari komputer yang terinfeksi, lalu mengirimkan semua data tersebut ke operator malware.
Baca Juga: Waspada Aplikasi VPN Mengandung Jebakan Batman
Setelah sukses melakukan serangan, para penipu bisa mendapatkan uang sendiri menggunakan data yang dicuri atau menjual informasi yang dicuri di pasar gelap untuk para penipu.