Suara.com - Microsoft mengakui kalau Sony adalah pemimpin pasar di industri konsol.
Pernyataan itu seolah menandakan kalau Microsoft kalah dari Sony di perang Xbox vs PlayStation.
Hal ini diungkapkan Microsoft saat meyakinkan regulator Eropa, terkait kesepakatan mengakuisisi Activision Blizzard beberapa waktu lalu.
Mereka menyebut kalau Sony pun berupaya membatalkan akuisisi pengembang game Call of Duty itu.
"Sony sebagai pemimpin industri mengatakan khawatir tentang Call of Duty, tetapi kami mengatakan bahwa kami berkomitmen untuk membuat game yang sama tersedia pada hari yang sama di Xbox dan PlayStation," kata Microsoft, dikutip dari Android Authority, Senin (14/11/2022).
"Kami ingin orang memiliki lebih banyak akses ke game, bukan lebih sedikit," sambungnya.
![Logo PlayStation dalam sebuah pameran game di Tokyo, Jepang pada September 2019. [AFP/Charly Triballeau]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/20/26047-logo-playstation.jpg)
Komisi Eropa sendiri mengumumkan kalau mereka tengah melakukan penyelidikan mendalam di akuisisi Microsoft ke Activision.
Sebab mereka mengaku khawatir apabila akuisisi ini dapat mengganggu keseimbangan di pasar dan berpotensi monopoli.
"Investigasi awal Komisi menunjukkan bahwa transaksi itu dapat secara signifikan mengurangi persaingan di pasar distribusi video game konsol dan PC, termasuk layanan berlangganan multi-game dan/atau layanan streaming game cloud, hingga untuk sistem operasi PC," kata regulator itu.
Baca Juga: Preorder PlayStation VR 2 Dibuka 15 November di Indonesia, Harga Rp 10,6 Juta
Secara khusus, mereka menyoroti potensi Microsoft untuk mengubah beberapa game buatan Activision Blizzard menjadi bersifat eksklusif.